Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan telah melangsungkan pertemuan tertutup bersama Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi. Kabar menghebohkan ini diwartakan secara luas oleh sederet media Israel pada hari Minggu.
Menyadur laporan Anadolu Agency pada Senin (28/9/2026), otoritas UEA belum melayangkan respons resmi terkait kabar lawatan tersebut. Sementara itu, stasiun televisi Channel 12 Israel mengungkapkan bahwa Netanyahu bertolak menuju ibu kota UEA menumpangi jet pribadi guna berjumpa langsung dengan Sheikh Mohamed dan berkegiatan seharian di lokasi tersebut.
Badan penyiaran publik Israel, KAN, memberitakan bahwa kantor perdana menteri tidak mempublikasikan agenda diplomatik tingkat tinggi itu kepada publik. Lawatan rahasia ini tercium publik di tengah polemik pengungkapan media soal adanya sinyal intelijen yang konon sempat diterima Netanyahu sebelum serangan pejuang Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 silam.
Pada hari Jumat sebelumnya, surat kabar The New York Times memuat informasi bahwa Netanyahu sebenarnya sempat mendapat peringatan tertutup dari Presiden UEA sebelum insiden serangan Hamas meletus. Kendati demikian, peringatan penting tersebut justru tak diteruskan Netanyahu kepada para pimpinan aparat keamanan Israel.
Berdasarkan rincian KAN, pemimpin Israel itu terbang menaiki jet pribadi milik seorang pebisnis Israel yang dirahasiakan namanya. Jet carteran mewah tersebut disinyalir kerap disewa oleh figur-figur teras Israel saat bertolak ke luar negeri.
Armada udara tersebut dikabarkan tinggal landas dari Bandara Ben Gurion pada siang menjelang petang, lalu mendarat di Abu Dhabi sekitar pukul 15.10 waktu lokal. Pesawat itu selanjutnya kembali terbang menuju Israel berselang empat jam, tepatnya pukul 19.10, dan menyentuh landasan sesudah jam 22.00 malam.
Laporan KAN turut menambahkan bahwa Netanyahu tercatat pernah mengendarai armada terbang yang identik saat melawat ke Abu Dhabi ketika perang melawan Iran berkecamuk.
Menanggapi kabar yang merebak, media The National di Abu Dhabi melansir pernyataan pejabat resmi UEA secara anonim untuk meluruskan kabar mengenai perundingan bilateral antarkepala negara tersebut.
"Negara ini membahas masalah keamanan dengan negara-negara lain melalui badan-badan terkait, bukan di tingkat pemimpin nasional," paparnya.
Untuk diketahui, Netanyahu memegang kendali kabinet Israel sekarang sejak pengujung tahun 2022. Pada 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah menerbitkan surat perintah penangkapan bagi Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant berkenaan dengan dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.
Terhitung sejak 8 Oktober 2023, agresi militer Israel di Gaza telah merenggut nyawa lebih dari 74.000 penduduk Palestina serta melukai 175.000 jiwa lainnya, dengan korban terbanyak perempuan dan anak-anak. Serangan dahsyat itu turut memporak-porandakan 90% sarana infrastruktur di kawasan itu.
