Ketertarikan serta kecenderungan konsumen menjadi faktor penentu utama bagi perkembangan sektor industri ritel.
JAKARTA — PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AZKO) memprioritaskan pemahaman mendalam atas keperluan para pembeli guna memenangkan persaingan pasar ritel. Ekspansi portofolio barang terus dijalankan perseroan melalui pemantauan pergeseran kebiasaan belanja masyarakat sekaligus merespons aneka kebutuhan konsumen yang belum terakomodasi.
Teresa Wibowo, Direktur AZKO yang juga menjabat selaku CEO ruparupa, menegaskan bahwa perumusan langkah strategis korporasi wajib berpijak pada data faktual serta dinamika perilaku konsumen, bukan semata mengandalkan firasat.
“You need to understand customer behavior,” tutur Teresa saat menghadiri agenda Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia memaparkan contoh konkret ketika AZKO meluncurkan kategori perlengkapan olahraga serta keperluan bayi untuk memenuhi tren pasar terkini. Barang keperluan bayi dihadirkan atas dasar potensi besar kebutuhan rumah tangga, sementara perlengkapan olahraga dirilis seiring meningkatnya atensi publik pada pola hidup bugar.
Teresa berpendapat, manajemen harus konsisten menggali ruang kebutuhan masyarakat yang masih kosong demi mempertahankan relevansi bisnis di tengah ketatnya persaingan.
“Customer maunya apa? What problems are we solving for them?” ucapnya menambahkan.
Baginya, mendalami pola pikir pembeli mustahil cukup lewat angka penjualan semata. Manajemen mesti terjun langsung meninjau gerai ritel, mendengarkan masukan pengunjung, hingga mencermati kecakapan staf melayani konsumen serta merapikan pajangan produk.
“Retail business is all about the details,” ujar Teresa.
Di samping mengenali pelanggan, Teresa memandang entitas bisnis perlu berani mengambil langkah uji coba metode baru. Meski begitu, setiap proses inovasi harus dilengkapi tolok ukur kesuksesan yang terukur demi memudahkan proses evaluasi dan penyempurnaan.
Dirinya menuturkan bahwa ketiadaan ruang bereksperimen bagi para pekerja berpotensi mematikan semangat berinovasi. Oleh sebab itu, jajaran direksi harus membuka ruang eksplorasi ide dengan jaminan target yang jelas.
Pernyataan ini diutarakan Teresa pada acara IKF XV 2026 besutan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang berlangsung 13–14 Oktober 2026 di Jakarta, di bawah payung tema The Next Playbook: Create Clarity, Think Precisely, Act Decisively.







