KSSK Pangkas Estimasi Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun 2026 Jadi 5,4 Persen

Posted on
banner 336x280

Ketahanan ekonomi dalam negeri terus diperkuat otoritas pemerintah melalui instrumen APBN beserta rangkaian stimulus fiskal.

JAKARTA — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) resmi memangkas estimasi laju pertumbuhan ekonomi nasional untuk keseluruhan tahun 2026 menjadi 5,4 sampai 5,5 persen secara tahunan. Angka perkiraan anyar ini tercatat merosot jika dikomparasikan terhadap rilis proyeksi per Agustus 2026 yang sempat menyentuh level 5,6 hingga 6,0 persen.

“Ekonomi Indonesia di tahun 2026 diprakirakan tumbuh di sekitar 5,4–5,5 persen year-on-year," tutur Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat memberikan pemaparan dalam Konferensi Pers KSSK di kawasan Jakarta, Selasa. Koreksi ke bawah ini berlangsung menyusul eskalasi serta dinamika konstelasi ekonomi global yang terus bergejolak.

Kendati proyeksi resmi mengalami koreksi, pihak KSSK memandang aktivitas perekonomian domestik masih memperlihatkan daya tahan solid di tengah lonjakan tekanan internasional. Kondisi resiliensi tersebut dapat dibuktikan melalui deretan indikator makro yang senantiasa bergerak stabil serta terkendali secara baik.

Kinerja ekspansi ekonomi pada periode kuartal III-2026 diyakini bakal bertahan tangguh. Capaian positif tersebut disokong oleh solidnya permintaan pasar domestik diiringi catatan performa ekspor yang cukup menjanjikan.

Menilik aspek konsumsi rumah tangga, laju ekspansi berhasil terpacu akibat kesinambungan gelontoran stimulus fiskal negara. Intervensi kebijakan ini konsisten dihadirkan demi mengamankan daya beli publik ketika menghadapi gelombang tantangan ekonomi.

Suahasil memaparkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) konsisten diposisikan menjadi peredam guncangan lewat skema subsidi, dana kompensasi, proteksi sosial, penjagaan harga komoditas pangan, serta inisiatif pembukaan lapangan kerja baru. Kontribusi APBN dinilai sangat krusial guna mengawal stabilitas ekonomi nusantara.

Pada sisi lain, sektor penanaman modal diprediksi konsisten berekspansi sejalan realisasi agenda hilirisasi sekaligus proyek infrastruktur prioritas nasional. Rangkaian proyek strategis ini dipercaya sanggup mendongkrak level produktivitas jangka panjang.

Penyerapan belanja pemerintah turut terdongkrak percepatan realisasi fiskal negara dan penyaluran aneka bantuan sosial, papar Suahasil. Upaya strategis ini ditempuh guna memastikan perputaran roda ekonomi daerah berputar optimal.

KSSK Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 Jadi 5,4 Persen

Dengarkan Suara 'Anker', KAI Batalkan Perubahan Nama Kereta

Bahlil Ingatkan Nilai Tambah Mineral tak akan Maksimal tanpa Hilirisasi dan Industrialisasi

Ganti Kartu dan Ajukan KPR sambil Pulang-Pergi Kantor, Bisa di Galeri E-Channel BRI JPM Dukuh Atas

IHSG Melemah ke 4.917, Analis Ingatkan Risiko Risk-Off dan Arus Modal Keluar