Krisis Hunian Memuncak di Spanyol, Gelombang Demonstrasi Berujung Kericuhan

Posted on
banner 336x280

Kemarahan publik meledak usai parlemen menggagalkan pengesahan undang-undang perumahan darurat yang diajukan otoritas setempat.

Masyarakat memadati jalanan Spanyol pada Senin (5/10/2026) demi menuntut proteksi hukum lebih kuat bagi kalangan penyewa hunian. Demonstrasi besar ini meletus akibat kegagalan parlemen menyetujui rancangan undang-undang hunian darurat, memicu eskalasi konflik sosial akibat tarif sewa tempat tinggal yang meroket tajam.

banner 468x60

Gelombang protes bergulir serentak di kawasan metropolitan seperti Madrid, Valencia, serta Barcelona. Gesekan fisik pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian sempat terjadi di Valencia, persis di area pusat seni Palau de les Arts Reina SofĂ­a yang tengah menggelar konferensi industri properti.

Menurut laporan Reuters, sejumlah pengunjuk rasa terpantau merusak pembatas jalan lalu melempari polisi dengan aneka benda keras.

Pihak kepolisian merespons kerusuhan tersebut menggunakan proyektil peluru karet. Merujuk keterangan Reuters, sebanyak sembilan personel kepolisian menderita cedera serta lima pengunjuk rasa resmi diamankan aparat.

Konsentrasi massa dalam jumlah masif juga melanda ibu kota Madrid. Serikat Penyewa mengklaim aksi itu dihadiri sebanyak 500.000 demonstran, kendati aparat penegak hukum mencatat kehadiran sekitar 70.000 warga.

Krisis perumahan ini dipicu oleh ketimpangan parah pasokan hunian terhadap lonjakan permintaan pasar. Berdasarkan proyeksi Bank of Spain, Spanyol kini menghadapi defisit mencapai 700.000 unit tempat tinggal.

Kini Serikat Penyewa Madrid menyerukan agenda pemogokan massal guna mendesak pemerintah maupun parlemen lekas menuntaskan masalah hunian yang kian mencekik keberlangsungan hidup kaum buruh.

banner 336x280