Krisis Biaya Sewa Hunian Picu Ketegangan Politik, Spanyol Gelar Pemilu Dini

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez menetapkan pemungutan suara lebih awal pada 29 November, Senin (5/9/2026). Keputusan ini diambil usai lembaga legislatif menggugurkan rancangan kebijakan subsidi hunian yang diajukan pihak eksekutif pada Jumat lalu.

Peristiwa tersebut menandai pukulan politik teranyar bagi sang perdana menteri dari fraksi Sosialis. Mengingat, koalisi partai pimpinan Sanchez hanya menduduki posisi minoritas di kursi dewan perwakilan.

"Untuk berbuat lebih banyak, kita perlu memperbarui dan memperluas dukungan rakyat," kata Sanchez yang memimpin pemerintahan sejak 2018 lewat siaran televisi sebagaimana dilansir AFP.

"Ini untuk mengamankan mayoritas progresif yang jauh lebih luas di parlemen," tambahnya.

Di sisi lain, puluhan ribu demonstran memadati jalanan Madrid serta sejumlah kota besar lainnya di Spanyol pada hari Sabtu. Kerumunan warga menuntut ketersediaan tempat tinggal dengan tarif terjangkau.

Program yang dirancang pihak berwenang, meliputi perpanjangan masa kontrak tempat tinggal secara otomatis serta proteksi penyitaan bagi warga berpenghasilan rendah, kandas setelah dibatalkan kubu oposisi di parlemen. Penolakan parlemen itu langsung menyulut amarah para pemrotes situasi properti yang kian mencekik.

Kondisi ini kian memperjelas hambatan besar yang dialami kubu koalisi minoritas Sanchez saat meloloskan aturan perundang-undangan. Dalam beberapa periode ke belakang, Spanyol tetap beroperasi mengacu pada ketetapan anggaran 2023, yang merupakan APBN terakhir yang sanggup disahkan kepemimpinan Sanchez.

Gelombang unjuk rasa tersebut kian memperparah ketegangan yang merebak lebih dari sepekan terakhir, bermula dari insiden pengosongan paksa kediaman Maricarmen Abascal (87 tahun) pada bulan lalu di kota Madrid. Padahal, lansia tersebut sudah menempatinya selama beberapa generasi.

Ratusan partisipan aksi terus bertahan di perkemahan darurat yang dibangun sepekan sebelumnya di jantung Madrid guna mendesak perombakan aturan. Berbagai survei elektoral belakangan ini secara konsisten menunjukkan Partai Rakyat (PP) yang beraliran konservatif unggul atas Partai Sosialis.

Tarif Hunian Meroket Tajam

Selama bertahun-tahun, persoalan papan menjadi keluhan mendasar masyarakat Spanyol lantaran ketersediaan unit gagal mengimbangi laju permintaan. Di saat yang sama, beban sewa serta banderol kepemilikan hunian melonjak tajam menyamai tren di negara Uni Eropa lainnya. Mengacu pada data portal properti Idealista, rata-rata biaya sewa tempat tinggal di Spanyol merangkak naik nyaris dua kali lipat sepanjang sepuluh tahun ke belakang. Bersamaan dengan itu, harga jual properti meroket sampai 90%. Kasus terusirnya Abascal akhirnya meledakkan kekecewaan publik yang terpendam lama mengenai beban papan yang membubung. Kalangan pendamping sewa menerangkan, lansia tersebut terpaksa angkat kaki dari flat Madrid yang dihuninya melampaui tujuh dekade usai kepemilikannya beralih ke korporasi investasi yang berencana mendongkrak biaya sewa hingga 275%.