Krakatau Steel Perkokoh Penetrasi Pasar Ekspor Australia-Selandia Baru Lewat Pasokan 30 Ribu Ton Baja

Posted on
banner 336x280

Standar sertifikasi bertaraf internasional kini menjadi poros utama dalam rencana ekspansi penjualan baja menuju pasar luar negeri.

TANGERANG – Emiten BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) resmi menandatangani kesepahaman penyediaan material baja mencapai 30 ribu ton per tahun bersama mitra dagang Australian Steel Traders Pty Ltd (ASTRADERS). Kolaborasi strategis ini kian membuka jalan lebar bagi eskalasi ekspor komoditas baja nasional menuju pangsa wilayah Australia serta Selandia Baru.

Kemitraan bisnis tersebut disahkan melalui kesepakatan Long Term Supply Agreement (LTSA) bertempat di arena perhelatan Trade Expo Indonesia 2026, ICE BSD, Tangerang, pada hari Rabu (14/10/2026). Di dalam isi dokumen, ruang lingkup pasokan mencakup varian komoditas baja Hot Rolled Coil (HRC) dan Hot Rolled Sheet (HRS) yang mencapai kapasitas volume 30.000 ton tahunan.

Vice President of Sales III Krakatau Steel Muhammad Nur Mulianto Putra menegaskan bahwa ASTRADERS sejatinya bukanlah rekan bisnis yang asing. Entitas distributor luar negeri tersebut diketahui telah menyalurkan berbagai portofolio produk baja buatan Krakatau Steel di kawasan Australia selama rentang waktu 25 tahun.

“Australian Steel Traders Pty Ltd sudah 25 tahun memasarkan produk baja Krakatau Steel di Australia menggunakan merek dagang Volcano Plate, hingga saat ini produk baja Krakatau Steel beredar dengan menggunakan nama KS-Plate di Australia,” jelas Nur lewat keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).

Nur melanjutkan, ikatan kontrak jangka panjang ini memberikan keleluasaan signifikan bagi Krakatau Steel guna melipatgandakan kinerja pengapalan internasional. Perseroan senantiasa menjaga keunggulan kompetitif melalui pemenuhan mutu produk terbaik, efisiensi penawaran harga, hingga jaminan ketersediaan pengiriman barang yang konsisten.

“Kami melihat peluang untuk membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan mengedepankan kualitas produk, daya saing harga, keandalan pasokan, serta pemenuhan standar yang dibutuhkan di pasar tujuan,” kata Nur menambahkan.

Di luar komoditas HRC maupun HRS, kesepakatan dagang ini turut membuka jalan bagi distribusi produk Hot Rolled Pickled and Oiled (HRPO) dan Cold Rolled Coil (CRC). Rencana penetrasi pasar bakal mengoptimalkan keluasan jejaring niaga milik ASTRADERS di wilayah Australia dan Selandia Baru.

Kendati demikian, implementasi realisasi pengapalan produk di lapangan tetap memperhitungkan keselarasan parameter teknis, tingkat harga pasar, sertifikasi industri, beserta dinamika pasar setempat. Alokasi volume sebesar 30.000 ton per tahun tersebut merupakan batasan kesepakatan pengadaan komoditas, bukan catatan riil transaksi ekspor yang tengah berjalan.

Kedua belah pihak turut membuka sinergi guna memuluskan pemenuhan sertifikasi resmi bagi pasar Selandia Baru maupun Australia. Pihak ASTRADERS bakal mengupayakan sokongan penuh agar Krakatau Steel berhasil memperoleh sertifikasi esensial, mencakup Australasian Certification Authority for Reinforcing and Structural Steels (ACRS) serta Steel Sustainability Australia (SSA).

Pemenuhan kriteria sertifikasi nantinya diselaraskan berdasarkan kesepakatan serta petunjuk lanjutan dari manajemen kedua korporasi. Tata kelola ini menjadi hal mutlak agar barang baja Krakatau Steel mampu menuntaskan tuntutan teknis maupun regulasi keberlanjutan lingkungan hidup di kawasan negara tujuan.

Melalui kemitraan yang solid, Krakatau Steel berkomitmen memperbanyak portofolio pembeli global sembari mendongkrak distribusi baja lintas kawasan regional. Pasar teritori Australia dan Selandia Baru menjadi sasaran utama lewat optimalisasi kerja sama historis bersama ASTRADERS.

Krakatau Steel Perkuat Pasar Australia-Selandia Baru, Sepakati Pasokan Baja 30 Ribu Ton per Tahun

AZKO Andalkan Pemahaman Pelanggan untuk Hadapi Persaingan Ritel

Bangun Pusat Ekonomi Baru, Pemerintah Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

PHE Mulai Pengeboran Eksplorasi Sumur Tingkilan-001 di Kalimantan Utara

Pertamina Patra Niaga Kerahkan Berbagai Upaya untuk Pemulihan Layanan BBM di Bali