Konflik Arab Saudi dan Houthi Memanas, Ibu Kota Riyadh Hadapi Serangan Rudal

Posted on
banner 336x280

Eskalasi pertempuran antara pihak Arab Saudi dan milisi Houthi kian meningkat. Pada hari Selasa, aliansi militer pimpinan Riyadh mengonfirmasi telah melumpuhkan empat buah rudal jelajah beserta tiga drone di ibu kota Riyadh dan kawasan selatan kerajaan, menyusul gempuran beruntun dari kelompok Yaman tersebut.

"Tiga rudal jelajah berhasil dihancurkan pada area Riyadh serta wilayah selatan," sebut juru bicara aliansi militer, Turki al-Maliki, via akun X miliknya, dilansir AFP, Rabu (14/10/2026).

banner 468x60

"Dua pesawat nirawak dicegat dan dihancurkan di wilayah yang sama," imbuhnya.

Hanya berselang beberapa menit, pihak aliansi kembali memberitahukan penangkisan satu rudal jelajah tambahan yang meluncur ke Riyadh. Mereka selanjutnya memaparkan pencegatan sekaligus penghancuran drone ketiga yang terbang melintasi langit ibu kota.

Pada saat bersamaan, dentuman kencang terdengar di ibu kota Saudi, beriringan dengan peringatan darurat ke ponsel masyarakat. Pesan darurat itu menegaskan bahwa "kota Riyadh sedang menghadapi ancaman udara yang bermusuhan".

Seorang warga yang tengah berada di jalan protokol Riyadh mengungkapkan kepada AFP bahwa dirinya "melihat sebuah proyektil melintasi langit" persis di atas kawasan perbelanjaan. Dirinya menuturkan benda tersebut menorehkan "jejak cahaya kekuningan yang diikuti oleh jejak asap. Kemudian, kami mendengar suara ledakan".

"Orang-orang tampak tenang; tidak ada yang berbicara. Kami merasa takut dan semuanya menatap ke arah langit," tuturnya seraya menginginkan namanya tetap anonim.

Di samping itu, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi turut menyebarkan peringatan kilat perihal potensi ancaman di Al-Sulayil serta Wadi Dawasir. Lokasi tersebut merupakan dua permukiman di sektor barat daya kawasan Riyadh yang terpisah ratusan kilometer dari jantung ibu kota.

Rentetan aksi ofensif ini terjadi pascaserangan Houthi ke bandara internasional Riyadh pada hari Sabtu lalu. Insiden berdarah itu memicu 13 korban jiwa dan melumpuhkan aktivitas penerbangan, menjadikannya tragedi paling parah sejak 2015.

Pada Selasa itu juga, Al-Maliki membeberkan serangan balasan koalisi ke Sanaa di Yaman, serta wilayah Dhamar dan Saada di bagian barat. Fasilitas target dilaporkan berfungsi untuk "mendukung upaya perang" gerakan Houthi.

banner 336x280