Kompolnas Beberkan Dua Ujian Terbesar bagi Para Pejabat Baru Polri

Posted on
banner 336x280

Jakarta – Anggota Kompolnas Choirul Anam memandang gelombang mutasi besar-besaran di jajaran kepolisian mesti dijadikan pijakan penting guna mewujudkan arah kebijakan serta cita-cita Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Bagi Anam, pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tersebut memegang hak prerogatif untuk menunjuk personel unggulan guna mengemban berbagai posisi kunci. Sosok-sosok terpilih ini dituntut sanggup mengimplementasikan gagasan besar tersebut ke ranah operasional secara konkret.

banner 468x60

“Mutasi ini harus diletakkan dalam konteks pengejawantahan dari visi misi,” ucap Anam melalui pernyataan tertulisnya pada hari Minggu (4/10/2026).

Anam memaparkan setidaknya terdapat dua persoalan mendasar yang wajib dituntaskan oleh para pemegang komando baru, baik di tingkat Markas Besar maupun satuan kewilayahan. Poin perdana yakni mempererat jalinan relasi kepolisian bersama warga. Sementara poin berikutnya ialah mempercepat penanganan setiap aduan dari khalayak.

Ia berpandangan ikatan erat dengan publik tak sekadar tercipta melalui rangkaian program formal semata. Institusi kepolisian dituntut menumbuhkan kultur anyar, terutama melalui sikap yang jauh lebih bersahaja dan rendah hati.

“Kedekatan dengan masyarakat kalau tidak ada kebudayaan baru, salah satunya adalah low profile. Tidak memungkinkan ada kedekatan polisi dengan masyarakat,” tuturnya.

Ujian berikutnya berkaitan langsung dengan akselerasi mutu pelayanan publik. Aneka pelaporan, permohonan perizinan, maupun urusan administrasi warga lainnya yang berhubungan dengan institusi penegak hukum wajib diselesaikan secara sigap dan menyeluruh.

Anam menuturkan Korps Cokelat sebetulnya telah mengantongi fondasi berharga berupa sarana pelaporan berbasis teknologi digital dari masa kepemimpinan terdahulu. Mekanisme modern tersebut kini tinggal dimaksimalkan fungsionalitasnya serta ditingkatkan kapasitas teknologinya.

“Harapan masyarakat ketika dia mengadukan kepada kepolisian, melaporkan kepada kepolisian, hasilnya cepat dan tuntas,” sebutnya.

Perhatikan Rekam Jejak Figur Terpilih

Terkait figur-figur yang dipercaya menduduki jabatan strategis oleh pimpinan tertinggi, Anam mengimbau seluruh elemen masyarakat menghargai tata cara yang telah berjalan. Menurutnya, penetapan nama-nama tersebut tentunya melalui penelaahan portofolio rekam jejak sekaligus keselarasan terhadap visi masa depan pimpinan Korps Bhayangkara.

“Harus kita hormati menjadi orang-orang yang saat ini adalah orang-orang yang terbaik untuk menjalankan visi misi Kapolri ke depan. Tinggal kita tunggu saja,” tandasnya.

Kendati demikian, ia melayangkan catatan krusial yang ditujukan khusus bagi seluruh pemangku wewenang anyar tersebut. Anam menggarisbawahi bahwa prinsip keterbukaan publik dan pertanggungjawaban institusional mutlak dipelihara secara konsisten.

“Akuntabilitas dan transparansi adalah syarat dari semua itu,” pungkas Anam.

Simak kabar teraktual dan tepercaya di Berita Liputan6

Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan Dua Polisi Sebelum Dibuang ke Sungai Katingan

Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba

RUU Polri: Masa Jabatan Kompolnas 4 Tahun, Bisa Diperpanjang Sekali

Kapolda Metro Jaya Naik Pangkat, Kompolnas Berharap Sinyal Baik

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Tak Perlu Undang-undang Baru

Top 3 News: Reformasi Polri Dipercepat, Kapolri Janji Tindak Lanjut Rekomendasi dan Perkuat Kompolnas

Kompolnas Dukung Larangan Live Streaming Polri Saat Bertugas: Jaga Profesionalitas

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri

Kompolnas Akan Berubah, Akhiri Status Ex Officio

banner 336x280