Komplotan Fake BTS Jalur MRT Dibongkar Polisi, Mobil dan Uang Tunai Puluhan Juta Disita

Posted on

Aparat kepolisian berhasil meringkus lima orang pelaku yang terlibat dalam sindikat penyebaran pesan singkat atau SMS penipuan memakai perangkat pemancar jaringan seluler tiruan (Fake BTS). Komplotan pelaku kejahatan ini beroperasi menyusuri koridor transportasi MRT Jakarta, mulai dari area Bundaran HI hingga kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Masing-masing individu dalam jaringan kriminal ini menjalankan tugas serta tanggung jawab yang berbeda demi melancarkan aksinya.

Kepala Subdirektorat IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Grawas Sugiharto menerangkan, perkara pembobolan data perbankan dan kartu kredit tersebut berhasil diungkap setelah adanya aduan dari masyarakat. Warga melaporkan telah memperoleh kiriman SMS mencurigakan yang menyertakan tautan menuju laman web palsu ketika mereka melintas di seputaran jalur MRT. Pesan jebakan itu secara sengaja mencatut nama sejumlah entitas populer, seperti jaringan kedai kopi ternama, perusahaan operator telekomunikasi, sampai perbankan resmi.

Grawas membeberkan bahwa ketika melancarkan modus kejahatannya, para anggota sindikat menaruh perangkat Fake BTS di kabin kendaraan roda empat guna memancarkan gelombang frekuensi buatan ke gawai masyarakat di radius terdekat. Alhasil, pesan teks tersebut terkirim seolah-olah berasal dari menara pemancar operator resmi. Gelagat sindikat ini mulai terendus pada tanggal 31 Juli 2026 setelah aparat mencurigai gerak-gerik mobil berkelir perak dengan nomor pelat B 2755 XXX yang berkendara sangat pelan dan bolak-balik melintasi rute MRT.

"Jadi ada sebuah mobil yang berjalan lambat dan diduga berulangkali bolak-balik. Atas hal itu, akhirnya tim melakukan penggeledahan dan menemukan alat fake BTS yang dioperasikan oleh pelaku GM sebagai driver,” tutur Grawas saat memberikan keterangan di markas Polda Metro Jaya, Jumat (2/10/2026).

Dari proses pemeriksaan mendalam terungkap, tersangka GM mengaku bahwa aksinya menyetir mobil tersebut dijalankan atas instruksi dari tersangka NL. Sosok NL bertindak sebagai pihak yang mencari kendaraan operasional serta pengemudi.

"Dari keterangan saudara NL kita kembangkan lagi, kita lakukan penangkapan selanjutnya terhadap saudara AGW. AGW inilah yang kemudian menggaji saudara NL serta saudara GM,” jelas Grawas.

Selain itu, dua tersangka lain bertindak sebagai tenaga teknisi serta pengatur muatan dan kuota SMS yang disebarkan. Kedua orang yang diamankan polisi tersebut adalah JYI dan AD.

"Ada dua tersangka lain juga yakni tersangka inisial JYI yang merupakan teknisi yang memasang alat fake BTS ke dalam mobil berwarna silver tersebut, serta saudara AD yang mengatur isi serta jumlah SMS yang akan di-blast oleh tersangka GM,” tambah Grawas.

Penyitaan Barang Bukti Kejahatan

Pihak kepolisian turut mengamankan sederet barang bukti penting dari tangan para pelaku kejahatan digital ini. Bukti yang disita meliputi armada kendaraan operasional hingga uang tunai mencapai Rp 50 juta yang bersumber dari aktivitas ilegal sindikat tersebut.

“Barang bukti yang kami sita yaitu ada 1 unit mobil berwarna silver nomor platnya 2755 XXX, kemudian ada rangkaian alat fake BTS terdiri dari aki, amplifier, power supply, serta alat fake BTS tersebut. Kemudian masing-masing 5 handphone dan beserta buku rekening ATM untuk menerima dan operasional dari perkara fake BTS ini,” ucap Grawas memaparkan.

Pihak berwenang sejauh ini belum dapat menaksir angka pasti mengenai total kerugian finansial yang diderita para korban. Meski demikian, kepolisian memastikan komplotan ini telah meraup keuntungan materi yang cukup signifikan.

“Kalau dari penyitaan rekening para tersangka, kami sudah sita uang sekitar 50 jutaan. Itu sudah kami dalami sementara, untuk kemungkinan lain masih berlaku,” tegas Grawas.

Simak terus rangkuman berita teranyar dan terpercaya di kanal Berita Liputan6

Kawal Kasus DANA, BI Minta Hak Korban Dipenuhi

Respons DANA soal Viral Kartu Kredit Dibobol Lewat QR

Dedi Mulyadi Setop Pembangunan Pusat Data AI di Jatiluhur

Mendagri Lepas 125 Truk Genteng untuk Jalankan Arahan Prabowo

Mendagri Tito Cek Rumah Penerima BSPS, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Penumpang BAB di Bus Transjakarta Rute Tebet-Kuningan

Nikmati Nasi Liwet, Mendagri Ngariung Bareng Sopir Truk Genteng di Purwakarta

TB Hasanuddin Ingatkan Wamentan Saleh Tak Boleh Rangkap Jabatan

4 ABK Diduga Dianiaya karena Tak Capai Target Tangkap Cumi