Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengagendakan kegiatan pengawasan serta pemantauan serentak pada 8.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Kopdes Merah Putih) di berbagai penjuru Indonesia mulai esok hari.
Sosok yang lazim disapa Zulhas tersebut menerangkan bahwa agenda ini dijalankan bersama segenap kementerian terkait, unsur TNI, serta jajaran pemerintah daerah demi menjamin ketersediaan komoditas bersubsidi, memeriksa langsung hambatan operasional, dan memastikan kelancaran alur rantai distribusi logistik di lapangan.
"Mulai besok kita akan melakukan monitoring ke seluruh apa namanya Kopdes ini. 8.000 dulu pertama," tegas Zulhas saat menggelar jumpa pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
Dirinya menuturkan bahwa dari patokan moderat sejumlah 35 ribu unit Kopdes sampai pengujung tahun, berkisar 29 ribu unit telah berstatus siap dan sebanyak 8.000 gerai menjadi prioritas penyaluran pasokan barang sepanjang pekan ini.
Beraneka komoditas kebutuhan pokok yang disalurkan meliputi pasokan pupuk, gula pasir, minyak goreng, gas LPG, sampai ketersediaan beras subsidi program SPHP kelolaan Bulog.
Zulhas memaparkan inisiatif Kopdes Merah Putih merupakan sebuah agenda masif berskala raksasa yang menyelaraskan peran hampir seluruh instansi birokrasi pemerintahan hingga jenjang camat dan para kepala desa.
Oleh sebab itulah, ia menyadari betul institusi Kopdes Merah Putih belum sanggup beroperasi secara mandiri seketika serta masih membutuhkan fase penyesuaian lapangan.
Zulhas menaksir Kopdes Merah Putih membutuhkan tahapan pembinaan sekaligus penguatan kelembagaan dalam jangka waktu antara satu sampai dua tahun penuh.
"Perlu waktu yang tadinya desa mungkin belum terbiasa entrepreneur, sekarang mulai dilatih. Memang saya kira setahun, dua tahun makanya masih Agrinas, karena itu perlu juga penguatan-penguatan, bimbingan, arahan sehingga ini bisa berjalan dengan baik dalam dua tahun. Kalau dua tahun sudah bagus, tentu dia akan berjalan dengan sendirinya," sambung Zulhas.
Pada sesi yang bersamaan, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan penuh institusinya guna menyalurkan beras secara menyeluruh menuju jaringan Kopdes Merah Putih selaras dengan instruksi Menko Pangan.
Perum Bulog mematok cadangan beras di setiap gerai Kopdes Merah Putih sekurang-kurangnya mencapai 2 ton yang didistribusikan mengacu pesanan resmi (Purchase Order/PO) pihak Agrinas Pangan.
"Khusus kami Bulog, sesuai dengan arahan Pak Menko tadi, untuk masing-masing KDKMP harapannya setiap KDKMP nanti stoknya itu minimal 2 ton," papar Rizal menjelaskan.
Dirinya turut mengimbuhkan suplai beras subsidi SPHP bakal terus dipacu ke ribuan titik gerai Kopdes yang sudah memasukkan permintaan demi mempertahankan stabilitas banderol dan keterjaminan stok pangan warga desa.
"Kami yang sudah di-PO-kan oleh Agrinas lebih kurang 1.250 KDKMP yang sudah PO-kan ke kami. Nah, kami sudah siapkan dan kami siap dorong ke masing-masing KDKMP," pungkasnya.
