KM Lawit Senggol Dermaga Ende, PELNI Siapkan Kapal Pengganti Bagi Penumpang Terdampak

Posted on
banner 336x280

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) secara intensif berkoordinasi bersama pemangku kepentingan guna mengawal proses perbaikan armada KM Lawit.

JAKARTA – Manajemen PT PELNI menyampaikan permintaan maaf mendalam perihal kendala operasional yang dialami para pelanggan menyusul insiden tabrakan lambung KM Lawit dengan fasilitas dermaga sewaktu bermanuver di Pelabuhan IPPI, Ende, Nusa Tenggara Timur, hari Kamis (29/10/2026).

banner 468x60

Kala kejadian berlangsung, tercatat ada 1.146 orang penumpang berada di atas kapal. Sebanyak 317 individu di antaranya menyelesaikan perjalanan serta turun di Pelabuhan Ende. Sementara pemberangkatan bagi 379 calon penumpang yang diagendakan naik dari Ende terpaksa ditiadakan. Menyikapi situasi tersebut, PELNI memastikan pengembalian biaya tiket 100 persen secara penuh kepada konsumen bersangkutan.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menegaskan pihaknya berusaha keras menangani seluruh pengguna jasa yang terkena imbas sekaligus menyediakan solusi sarana transportasi pengganti.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada setiap penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat peristiwa tersebut. Kami senantiasa berupaya menyiapkan opsi angkutan agar perjalanan para penumpang lanjutan dapat terakomodasi dengan baik,” kata Ditto.

Demi menjamin kelancaran mobilisasi masyarakat, PELNI telah mengusulkan permohonan deviasi atau pengalihan rute armada KM Egon kepada Kementerian Perhubungan. Lewat skema deviasi ini, KM Egon singgah menuju Pelabuhan Ende, Lewoleba, dan Kupang terlebih dahulu sebelum melanjutkan rute kembali menuju Pelabuhan Waingapu.

Ditto menerangkan lebih lanjut bahwa KM Egon diproyeksikan beroperasi kembali menyusuri rute regulernya pada hari Senin, 2 November 2026 mendatang usai merampungkan tugas bantuan transportasi darurat tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dukungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia beserta jajaran KSOP setempat atas pemberian izin operasional KM Egon untuk memfasilitasi kebutuhan mobilitas para penumpang limpahan KM Lawit,” jelas Ditto.

PELNI senantiasa membangun koordinasi erat dengan otoritas terkait seraya mengawasi proses pemulihan fisik kapal. Korporasi turut menegaskan komitmen membagikan kabar terkini secara transparan berdasarkan hasil verifikasi faktual lapangan.

“Faktor keselamatan segenap penumpang maupun awak kapal merupakan hal yang paling utama bagi kami. Kami tiada henti berkoordinasi bersama pihak berkompeten agar penanganan lapangan berlangsung tertib serta merumuskan langkah penanggulangan tepat demi penumpang terdampak,” tutur Ditto.

Ditto mengingatkan para penumpang terdampak supaya selalu memantau kanal informasi resmi korporasi mengenai penyesuaian jadwal keberangkatan serta panduan perjalanan lanjutan.

“Kami berjanji menyalurkan informasi perkembangan secara berkala supaya publik memahami ketersediaan armada pengganti sekaligus kondisi kesiapan KM Lawit melayani pelayaran kembali,” ucap Ditto.

Sebagai catatan, KM Lawit merupakan armada angkutan penumpang PELNI yang melayari rute Kumai–Surabaya–Benoa–Bima–Waingapu–Ende–Lewoleba–Kupang–Rote secara pulang pergi (PP).

PELNI berpegang teguh pada prinsip keselamatan pelayaran bagi seluruh pelanggan serta kru, sembari menuntaskan penanganan teknis insiden secara maksimal dan komprehensif.

PELNI Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende

Bisnis Asuransi Energi Menguat, Premi Tugu Insurance Tumbuh 75 Persen

Dorong Kemandirian Energi, Kopdes Merah Putih Didorong Garap PLTS hingga Avtur Ramah Lingkungan

Harga Pangan Terpantau Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp 96.200 per Kg, Telur Ayam Rp 29.350

Bank Jakarta Kembangkan Sentra Layanan Mikro

banner 336x280