Kisah Lula da Silva: Terpilih Jadi Presiden Brasil Meski Hanya Lulusan SD

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – Luiz Inacio Lula da Silva berhasil mengamankan kemenangan pada Pemilihan Presiden Brasil 2026, Minggu. Kemenangan ini menandai periode keempat kepemimpinannya sebagai kepala negara walaupun ia sama sekali tidak mengantongi ijazah SMA ataupun titel sarjana.

Kisah hidup Lula yang berawal dari keluarga serba kekurangan, buruh bengkel pabrik, hingga sukses menduduki kembali pucuk pimpinan nasional terus menarik perhatian luas. Hal tersebut mencakup riwayat jenjang akademisnya yang cuma menyentuh tingkat sekolah dasar (SD) sebelum dirinya beralih mengambil pelatihan vokasi mekanik.

banner 468x60

Pemberitaan CNN Brasil tanggal 5 Juli 2023 menegaskan figur Lula memang tidak mempunyai ijazah sekolah menengah atas serta gelar pendidikan tinggi. Ketika menyampaikan pidato dalam agenda di Foz do Iguaçu, sang pemimpin mengenang masa awal sumpah jabatannya pada 2003 silam sembari menggarisbawahi urgensi sektor pendidikan bagi kemajuan tanah airnya.

"Ketika saya dilantik sebagai kepala negara untuk pertama kalinya pada 2003, saya tidak memiliki ijazah, tetapi saya memahami bahwa negara tidak dapat berkembang tanpa berinvestasi dalam pendidikan," ungkap Lula, seperti dilaporkan CNN Brasil.

Catatan studi Lula turut dikupas oleh media Folha de S.Paulo per 7 Agustus 2002. Rujukan tersebut menguraikan bahwa Lula mengenyam bangku sekolah hanya sampai kelas lima tingkat dasar sebelum melanjutkan ke program kursus teknisi permesinan di Serviço Nacional de Aprendizagem Industrial (SENAI), sebuah pusat kejuruan industri ternama Brasil.

Berdasarkan profil riwayat resmi di portal Pemerintah Brasil, sertifikat keahlian mekanik itu menjadi lembar sertifikasi pertama yang sukses diraih Lula. Sejak masa kanak-kanak, ia telah membanting tulang sebagai pembersih sepatu keliling dan pesuruh kantor, sebelum akhirnya masuk ke lingkungan pabrik peleburan logam.

Lula mula-mula merebut kursi kepresidenan pada 2002 dan bertugas mulai 2003. Ia memenangkan kembali mandat rakyat pada 2006 untuk masa bakti kedua terhitung 2007, lalu kembali unggul dalam pemilu 2022 guna memegang tampuk kekuasaan periode ketiga sejak Januari 2023. Memasuki 2026, ia kembali memenangi kontestasi pemilu demi meneruskan jabatannya memimpin Brasil.

Kiprahnya sebagai tenaga kerja pabrik menuntun langkahnya bergabung dalam dinamika pergerakan serikat. Lula sempat menjadi tokoh sentral federasi buruh logam hingga turut membidani pendirian Partai Pekerja (PT) pada 1980, yang mengantarkannya melenggang menuju tampuk pimpinan tertinggi negara.

Kajian seputar rekam jejak akademis Lula kerap memperlihatkan kontras tajam antara minimnya bangku sekolah formal dengan komitmen kuatnya memprioritaskan pendidikan pada kebijakan pemerintah. Pidatonya pada Juli 2023 menyebut tempaan hidup serta pergulatan buruh telah mematangkan pandangannya atas signifikansi edukasi bagi kemajuan bangsa.

Sebelum keputusan final, Lula berhasil membalikkan situasi dramatis dalam pemilihan umum tanggal 25 Oktober. Dirinya menundukkan politisi sayap kanan Flavio Bolsonaro, anak eks Presiden Jair Bolsonaro, yang sempat memimpin suara putaran pertama. Mengutip laporan resmi via AFP, Lula menghimpun 51,75% suara sah, sedangkan Flavio mengoleksi 48,25% setelah sempat optimistis menyusul keunggulan pada beberapa survei elektabilitas.

banner 336x280