Kementerian ESDM Uji Distribusi Tabung Gas CNG bagi Pelaku UMKM Lewat Truk Boks

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerangkan agenda pengujian implementasi Compressed Natural Gas (CNG) guna menyasar kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam agenda tersebut, salah satu aspek uji coba mencakup pola penyaluran gas CNG tabung memanfaatkan armada truk tertutup.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan bila uji coba pemanfaatan gas CNG kini telah berjalan pada pekan ketiga. Pemerintah terus meneliti semua tolok ukur operasional secara menyeluruh sebelum mengeksekusi kajian komprehensif pada pekan keempat nantinya.

"Jadi kita sudah memasuki Minggu ketiga ya. Data terus dievaluasi, setiap hari dicek, ada hal apa yang bisa dilakukan yang dievaluasi poin-poinnya apa saja. Nah nanti setelah 1 bulan kita akan lakukan review seluruh aspek apa saja yang terkait seperti misalnya CNG ini harus diantar dalam wadah atau truk yang tidak bersifat bak terbuka, contohnya ya. Contohnya seperti itu. Jadi itu nanti semua kita evaluasi setelah 1 bulan, setelah minggu keempat ya," beber Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Begitu fase observasi empat pekan rampung, pihak berwenang bakal melangkah menuju perumusan model tata niaga sekaligus jaringan pasokan. Pembicaraan terperinci akan membicarakan aturan main mengenai penunjukan pihak penjual, penyuplai wadah tabung, sampai penentuan fasilitas stasiun pengisian gas bumi tersebut.

"Tahap selanjutnya adalah kita akan mendiskusikan mengenai skemanya. Skema untuk CNG ini nanti seperti apa sih, siapa yang menjual, siapa yang mensuplai tabung, gasnya diisinya di mana," jelas Laode.

Terkait kesiapan pasokan tabung khusus CNG tersebut, Laode menyatakan industri lokal di Tanah Air hingga saat ini belum mengoperasikan sarana manufaktur yang mampu mencetak tabung dengan standar teknis kebutuhan gas tersebut.

Konsekuensinya, wadah tabung dalam uji teknis skala terbatas ini masih dipasok dari luar negeri. Pemerintah menyatakan kesiapan membuka negosiasi bersama pabrik perakitan CNG asal China apabila nanti mulai bergerak memasuki fase komersialisasi skala luas.

"Kalau itu kan kemarin yang lagi kita uji, karena di Indonesia belum ada pabrik yang bisa membuat dengan spesifikasi itu, jadi yang diuji sekarang masih dibikin di sana. Manakala nanti akan ada produksi masif, tentu kita harus ada bargaining sama industrinya di China," paparnya.

Pengadaan tabung kompresi ini sementara waktu difokuskan khusus memenuhi pengujian terbatas. Regulator akan mengunci kepastian pola produksi massal seutuhnya usai segenap jenjang evaluasi maupun penelaahan awal telah tuntas terlaksana seutuhnya.

"Ya itu kan untuk uji coba terbatas aja. Nanti untuk produksi masal setelah skemanya tadi kita tetapkan, yang saya bilang saya jelaskan tadi," pungkasnya.