Kemenbud Tetapkan 1.257 Cagar Budaya Peringkat Nasional, Tembus Rekor Sebelas Tahun

Posted on
banner 336x280

Kementerian Kebudayaan mencatatkan peresmian sebanyak 1.257 cagar budaya berstatus peringkat nasional hingga kurun waktu Oktober 2026. Capaian monumental ini sukses melampaui catatan historis sebelumnya yang hanya menghimpun 228 objek warisan sejak tahun 2013 silam. Percepatan penetapan terus digenjot secara agresif guna melindungi peninggalan luhur peradaban nusantara.

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) secara resmi mengumumkan penetapan status peringkat nasional bagi 1.257 cagar budaya terhitung hingga Oktober 2026. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa perolehan angka ini sudah mematahkan total rekor pendataan era lampau sejak sebelas tahun silam pada 2013 yang hanya menyentuh total 228 entitas bersejarah saja.

“Kita sudah melewati rekor yang selama ini, sejak 2013 sampai 2024, pencatatannya hanya 228. Sekarang kita ada di angka 1.257 cagar budaya nasional,” tutur Fadli Zon saat menghadiri taklimat media dua tahun masa kerja institusi Kementerian Kebudayaan di Jakarta pada hari Kamis.

Data teranyar tersebut sekaligus menjadi ralat resmi atas laporan sebelumnya yang sempat menyebutkan total cagar budaya nasional bertengger pada volume 1.515 objek. Merujuk keterangan Fadli, realisasi sebetulnya berada di jumlah 1.257, mencakup 85 penambahan sepanjang kalender 2025 serta 1.172 entitas baru pada masa pembukuan tahun 2026.

Akselerasi Penetapan Cagar Budaya

Fadli menerangkan bahwa Kementerian Kebudayaan melalui payung Direktorat Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi terus memacu langkah registrasi warisan sejarah ini. Kebijakan akselerasi bertujuan menjaga kelestarian jejak sejarah seraya menjamin ketahanan komunitas adat dan masyarakat yang mengampu tradisi tersebut agar senantiasa berdaya secara berkelanjutan.

Dalam mengejar sasaran penetapan Cagar Budaya Nasional, dewan tim ahli menggelar sidang telaah hampir saban hari. Dedikasi tersebut ditempuh lantaran tumpukan pekerjaan verifikasi yang mesti dituntaskan masih sangat berlimpah.

“Tapi ya terlalu mungkin waktu itu banyak kajian, pertimbangan. Sekarang kita percepat, kita akselerasi,” ungkap Sang Menbud dalam paparannya.

Fadli juga mengutarakan sekitar 7.000 situs dan benda purbakala saat ini masih aktif dikaji para peneliti. Kumpulan tersebut belum masuk ke dalam tabulasi resmi tingkat nasional karena masih wajib menanti kesimpulan uji final.

Pemugaran dan Pemeliharaan

Tak sebatas pengesahan peringkat, Kemenbud juga melaksanakan agenda restorasi dan preservasi bangunan keraton, museum, struktur cagar budaya, serta istana. Memasuki 2026, terhitung 104 situs fisik telah selesai ditangani, yakni meliputi 73 cagar budaya sepanjang 2025 dan 31 objek pada periode 2026.

“Sampai akhir tahun nanti rencananya akan bertambah menjadi 240 lagi. Jadi masih banyak, karena ini prosesnya masih proses awal, nanti akan selesai di akhir Desember. Jadi ini masih baru initial stage, dan kemudian diselesaikan nanti,” jelas Fadli.

Penyusunan Buku Sejarah Indonesia

Kementerian Kebudayaan juga memproduksi masterpustaka sejarah Indonesia sejumlah 12 kitab, mencakup kumpulan serial terpadu yang memuat 11 volume komprehensif. Pada serial ini, sebanyak lima volume telah berhasil diluncurkan ke khalayak Agustus lalu, sementara lima volume selanjutnya ditargetkan resmi terbit menjelang akhir Oktober.

Rangkaian jilid yang dirilis melalui proyek literasi “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” masing-masing bertajuk “Akar Peradaban Nusantara”, “Nusantara dalam Jaringan Global”, “Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah”, “Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi”, serta naskah “Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial”.

Kementerian Kebudayaan resmi berdiri sebagai portofolio kementerian mandiri pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sejak 2024. Eksistensi kementerian berfokus mengonsolidasikan agenda perlindungan, perluasan manfaat, pembinaan, serta pemajuan kebudayaan nasional sebagai fondasi utama kemajuan bangsa Indonesia ke depan secara terstruktur.