Kapolres Probolinggo Kota AKBP Lucky Permana Putra mendatangi kediaman almarhum Sefriel Ardiansyah, seorang pejuang relawan yang gugur saat kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo, guna menghaturkan rasa belasungkawa.
PROBOLINGGO – AKBP Lucky Permana Putra selaku pimpinan Kepolisian Resor Probolinggo Kota melangsungkan takziah ke kediaman almarhum Sefriel Ardiansyah di wilayah Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu lalu. Kedatangan pejabat kepolisian ini dimaksudkan untuk memberikan ungkapan dukacita secara tatap muka kepada pihak sanak keluarga almarhum yang mengabdikan diri sebagai sukarelawan pada tragedi karhutla Gunung Bromo.
"Atas nama pribadi, institusi, dan seluruh rombongan yang hadir, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Sefriel Ardiansyah. Kami memahami kehilangan itu menjadi duka yang berat bagi keluarga," ucap AKBP Lucky ketika berada di lokasi duka.
Dalam rangkaian perkunjungan takziah tersebut, Kapolres tampak didampingi oleh Wakapolres Kompol Wiwin Rusly beserta jajaran pejabat utama kepolisian setempat. Para pejabat kepolisian ikut serta melantunkan bacaan surat Yasin dan rangkaian doa tahlil demi mendoakan kebaikan bagi arwah mendiang. Selain menunaikan doa bersama, jajaran kepolisian juga menyerahkan santunan tali asih untuk keluarga yang berduka.
AKBP Lucky mengenang almarhum Sefriel Ardiansyah sebagai seorang pemuda berkepribadian ramah, berhati mulia, serta memiliki jiwa sosial penolong yang tinggi. Gambaran positif mengenai sifat kepribadian almarhum tersebut juga diamini oleh para pengurus serta atlet cabang panjat tebing Kota Probolinggo yang selama ini mengenal kepribadian Sefriel secara dekat.
Perwira menengah polisi ini mengharapkan agar seluruh kerabat yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan dan kekuatan batin dalam menghadapi ujian duka yang sangat mendalam ini. Pihaknya turut mengimbau semua tamu yang hadir agar tidak henti-hentinya memanjatkan permohonan doa terbaik bagi almarhum. "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Mari kita bersama-sama mendoakan almarhum, karena doa menjadi salah satu hal terbaik yang dapat kita berikan untuk beliau," tuturnya.
Pada kesempatan serupa, ayah kandung dari mendiang, yakni Lutfi, mengungkapkan ungkapan terima kasih yang tulus atas kehadiran orang nomor satu di Polres Probolinggo Kota beserta segenap rombongannya. Dirinya menilai bantuan simpati, atensi, serta kiriman doa dari kepolisian menjadi dorongan moril yang amat bernilai bagi pihak keluarga.
"Kehadiran Bapak Kapolres bersama rombongan menjadi kekuatan dan pelipur lara yang sangat berarti bagi kami. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian, simpati, dan doa yang diberikan," ungkap Lutfi. Ia mewakili pihak keluarga juga mengutarakan permohonan maaf atas segala kesalahan maupun kekhilafan putranya semasa hidup, dan berharap masyarakat luas sudi memaafkan tutur kata atau tingkah laku almarhum yang barangkali pernah menyinggung perasaan sesama.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada hari Kamis (15/10) telah merenggut empat korban jiwa dan mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka. Korban yang meninggal dunia mencakup dua orang petugas resmi TNBTS, Sukaris dan Hendra, beserta dua orang relawan kemanusiaan, yaitu Sefril dan Wisnu. Di samping itu, dua personel TNBTS bernama Munawi dan Suraji berhasil dievakuasi selamat dan saat ini tengah menjalani penanganan medis intensif di RSUD dr Soetomo.






