Kabut Asap Selimuti Kawasan Udara, Bandara Rendani Manokwari Utamakan Aspek Keselamatan

Posted on
banner 336x280

Otoritas Bandara Rendani Manokwari menempatkan faktor keselamatan penerbangan sebagai fokus paling utama menyusul terpaan kabut asap akibat karhutla. Akibat berkurangnya jarak pandang, beberapa agenda penerbangan terpaksa dibatalkan serta diatur ulang jadwalnya.

Pengelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari di Papua Barat menegaskan komitmen mereka terhadap proteksi keselamatan rute udara saat kepulan asap karhutla mengaburkan pandangan. Kiriman asap yang melayang dari area sekitar sampai kawasan Provinsi Papua Selatan tersebut membikin visibilitas pilot berada di bawah batas standar keamanan terbang.

banner 468x60

Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, kala memberikan keterangan di Manokwari pada Senin, mengungkapkan keadaan alam itu kerap memicu pembatalan serta pergeseran jadwal terbang. Dirinya memaparkan semenjak penghujung September sampai kurun waktu Oktober sekarang, grafik keterlambatan keberangkatan (delay) maupun pembatalan tiket merangkak naik imbas penyusutan daya pandang penerbang.

“Sejak akhir September hingga Oktober saat ini, terjadi peningkatan delay (perubahan jadwal) bahkan pembatalan karena penurunan visibilitas (jarak pandang),” ungkapnya.

Herman membeberkan runtutan kendala operasional pesawat terbang selama periode beberapa hari belakangan. Pada Jumat (9/10), aktivitas angkutan udara sejatinya masih beroperasi tanpa kendala dengan total pergerakan 599 penumpang yang tiba serta berangkat. Kendati begitu, atmosfer berubah drastis memasuki hari Sabtu (10/10) sewaktu kabut tebal kembali mengepung area Bandara Rendani, hingga seluruh jadwal penerbangan akhirnya disetop total.

Kendala serupa berulang pada Minggu (11/10). Kerapatan kabut polusi sejak pagi menjelang siang membikin variasi rute perjalanan udara dari serta menuju Manokwari terpaksa digeser. Salah satu armada pesawat dari Lion Grup tercatat baru dapat menyentuh landasan pacu sekitar jam 22.30 WIT.

“Hari Minggu, dua maskapai yang seharusnya mendarat pagi, terpaksa tunda dan bisa berhasil mendarat siang. Satu maskapai lagi mendarat malam, dan terbang kembali Senin dini hari,” papar Herman.

Memasuki hari Senin, Herman menuturkan jalur pergerakan pesawat yang masih urung terlaksana hanya melingkupi rute pergi-pulang Sorong, Papua Barat Daya. Situasi tersebut terjadi lantaran partikel asap pekat masih menyelimuti ruang pandang penerbang di wilayah itu. Di lain sisi, mobilitas menuju destinasi bandara lainnya sudah terdata kembali normal.

“Hari ini hanya penerbangan dari dan ke Sorong saja yang terganggu, karena kabut asap menyelimuti wilayah Sorong,” imbuh Herman.

Pengelola bandar udara menandaskan bahwa pergeseran jam terbang senantiasa berpatokan pada pembaruan analisis atmosfer dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dibarengi parameter jarak aman navigasi. Herman pun menggaransi maskapai menyediakan opsi pengembalian dana tiket penuh seratus persen tanpa potongan bagi calon penumpang serta memberi fasilitas penjadwalan ulang, karena kendala pembatalan ini tergolong peristiwa di luar kuasa manusiawi.

Para pengguna jasa diimbau memaklumi keadaan darurat ini sekaligus rajin mengecek perkembangan dinamika cuaca lewat situs resmi BMKG sebelum berpergian. Herman menguraikan wilayah Manokwari ikut terdampak sebaran asap karhutla kiriman asal Kabupaten Fakfak, Teluk Bintuni (Papua Barat), hingga Kabupaten Merauke (Papua Selatan).

“Kami berharap masyarakat bisa memahami kondisi ini,” pungkas Herman.

Tulisan ini disusun lewat bantuan sistem AI.

Bupati Malinau Tegaskan Hak Pendidikan Layak untuk Semua Anak

Legislator DKI Kenneth Ikut Lobi Hadirkan Avenged Sevenfold di JIS

Partai Ummat Dukung Kapolri Tes Narkoba Seluruh Pejabat, PNS, dan Wakil Rakyat

Brigjen Andi Syahriful Taufik Resmi Jabat Kapolda Kaltara Gantikan Irjen Agus Wijayanto

Laporan Media: Pangeran MBS Berpindah dari Satu Istana ke Istana Lain yang Dilengkapi Bunker

banner 336x280