ITDP Dorong Skema Perdagangan Karbon untuk Danai Pengadaan Bus Listrik Nasional

Posted on
banner 336x280

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengajukan opsi pendanaan alternatif lewat optimalisasi kredit karbon dari bursa transaksi karbon guna membiayai pengadaan armada bus listrik di tanah air.

Direktur ITDP Asia Tenggara Gonggomtua Sitanggang menuturkan bahwa efektivitas penerapan kredit karbon untuk belanja bus bertenaga listrik sudah dibuktikan oleh negara Thailand.

banner 468x60

"Karbon kredit ini bisa kita manfaatkan. Di Thailand ini mereka kerja sama dengan Pemerintah Swiss untuk jual beli karbon, di mana dari hasil trading atau karbon kredit tersebut mereka belikan 1.000 bus listrik kalau tidak salah," kata Gonggomtua dalam forum Evolution Indonesia Forum 2026, Rabu (30/9).

Guna mewujudkan skema pendanaan tersebut, ia memandang kehadiran langkah intervensi serta payung hukum yang transparan dari pemerintah pusat sangatlah krusial.

"Kebijakan dari pemerintah pusat apakah mungkin supaya teman-teman di daerah (dan pelaku) industri bisa tahu arahnya ke mana bisa merencanakan dengan baik dan bisa mengimplementasikan," tutur Gonggomtua.

Di samping regulasi, intervensi lain dari pemerintah pusat yang sangat dibutuhkan demi memperbanyak populasi bus listrik di Indonesia yakni hadirnya peta jalan (roadmap) pengadaan yang jelas dan terarah.

Gonggomtua memberi gambaran jika pemerintah menargetkan kebutuhan nasional sebanyak 6 ribu unit bus listrik sampai tahun 2030, total volume kebutuhan gabungan tersebut sanggup menjadi posisi tawar kuat saat bernegosiasi dengan manufaktur.

"Saya butuh 6.000 bus, tolong kasih harga terbaik. Ini bisa dikorelasikan di pemerintahan pusat, misalnya di Jakarta 1.000, di Medan 500, di Bandung berapa, ini bisa jadi salah satu intervensi," imbuhnya.

CNN Indonesia melangsungkan agenda Evolution Forum pada hari ini, Rabu (30/9) bertempat di Studio II Gedung Transmedia, Jakarta. Mengusung tajuk Powering Indonesia's Future: Green Cars. Blue Skies, acara resmi dibuka Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.

Perhelatan Evolution Forum ini dapat dipantau langsung melalui kanal YouTube CNN Indonesia maupun saluran live streaming CNNIndonesia.com, yang tersaji ke dalam dua sesi diskusi.

Sesi pembuka mengulas perihal akselerasi energi baru terbarukan, inovasi teknologi rendah emisi, serta kontribusi sektor industri dalam menghadirkan udara bersih sekaligus menyokong agenda transisi energi nasional.

Sejumlah pembicara hadir mengisi sesi pertama tersebut, yaitu:

1. Patia J Monangdo – Pembina Industri Ahli Muda / Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian

2. Handojo K. Setyadi – President Director PT Pollux Hotels Group Tbk

3. Suzanty Sitorus – Executive Director ViriyaENB

4. Sim Budiman Setiawan – Chairman Pusat Keterampilan Energi Terbarukan (PKET)

Adapun sesi kedua mengangkat topik dinamika elektrifikasi kendaraan bermotor, biofuel, armada niaga minim emisi, beserta arah kebijakan negara guna mempercepat pergeseran menuju transportasi hijau berkelanjutan.

Deretan pemateri pada sesi kedua mencakup:

1. Iman Kartolaksono Reksowardojo – Guru Besar Universitas Pertamina

2. Gonggomtua Sitanggang – Southeast Asia Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP)

3. Achmad Rofiqi – Wakil Ketua Umum Periklindo dan Senior Manager Marketing Communications MA

Rangkaian dialog ini mengupas keterkaitan antara suplai energi ramah lingkungan, terobosan teknologi otomotif, kesiapan rantai pasok industri, infrastruktur penunjang, hingga harmonisasi regulasi dalam mewujudkan ekosistem mobilitas rendah emisi yang semakin inklusif di Indonesia.

banner 336x280