Laju IHSG akhirnya bertengger di area level 6.241.
Aktivitas perdagangan saham domestik pada rentang waktu 21 hingga 25 September 2026 memperlihatkan dinamika yang bervariasi menurut PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyelesaikan perdagangan mingguan di level 6.241, sementara besaran valuasi pasar menyentuh Rp 10.905 triliun.
Pertumbuhan positif justru terjadi pada rata-rata volume perdagangan harian di bursa. Pihak BEI mendata bahwa rata-rata volume saham harian selama sepekan ke belakang naik 2,04 persen menjadi 29,20 miliar lembar saham, dibandingkan capaian minggu terdahulu yang berkisar 28,61 miliar lembar saham.
“Sementara itu, IHSG mengalami perubahan sebesar 3,09 persen sehingga ditutup pada level 6.241,892 dari posisi 6.441,159 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI mengalami perubahan sebesar 3,20 persen menjadi Rp 10.905 triliun dari Rp 11.266 triliun pada pekan lalu,” papar manajemen BEI lewat keterangan resminya, yang dikutip pada Ahad (27/9/2026).
Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian bursa menyusut 3,95 persen menjadi 1,82 juta kali transaksi, dari semula 1,89 juta kali transaksi sepekan sebelumnya. Di samping itu, nilai transaksi harian rata-rata turut tertekan 21,32 persen menjadi Rp 11,98 triliun dari nilai sebelumnya Rp 15,22 triliun.
Untuk aktivitas pemodal asing, pada perdagangan akhir pekan terdata membukukan aksi jual bersih senilai Rp 559,16 miliar. Akumulasi net sell asing di pasar saham Indonesia sepanjang kalender berjalan tahun 2026 sudah menyentuh Rp 77,52 triliun.
Memperkuat Sinergi dan Konektivitas
Di rentang 21—25 September 2026, otoritas bursa juga melancarkan sederet program penting untuk memacu penguatan industri pasar modal. Membuka agenda pekan tersebut, pada hari Senin (21/9/2026), BEI bermitra bersama Indonesian Disability Institute (INDISI) menghelat seminar edukasi bertajuk ‘Pasar Modal untuk Sobat Disabilitas’ di Main Hall bursa. Acara itu dimaksudkan guna memperluas inklusi finansial serta membangun kemandirian ekonomi kaum difabel lewat pengenalan investasi saham, pelatihan ‘Siap Kerja’, dan sosialisasi ekosistem kerja inklusif dari Blue Bird Group.
Lewat inisiatif tersebut, bursa berkomitmen terus membuka akses wawasan, kesempatan berkarier, dan kedaulatan ekonomi masyarakat penyandang disabilitas, sekaligus memantapkan sinergi lintas bidang demi membentuk ekosistem bursa saham yang inklusif serta berkelanjutan bagi publik luas.
Pada skala regional, otoritas bursa mempererat integrasi pasar modal nasional di kancah Asia Tenggara melalui kehadiran Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi dalam forum ‘The 2026 CGS China-ASEAN Business Leaders Summit: Investing in ASEAN – Sharing Development Opportunities’. Konferensi bergengsi besutan China Galaxy Securities (CGS) bersama China Investment Promotion Agency (CIPA) ini digelar di Swissôtel The Stamford, Singapura, pada Senin (21/9/2026) sampai Selasa (22/9/2026).
Dalam gelaran summit tersebut, Iding Pardi hadir sebagai panelis pada diskusi bertema ‘Empowering Capital Flow Between China and ASEAN’. Ia memaparkan dinamika serta pendalaman industri modal Indonesia, termasuk kontribusi aktif Tanah Air dalam memperkukuh konektivitas bursa regional ASEAN. Langkah aktif BEI tersebut menjadi sarana tukar pikiran strategis perihal kemajuan industri efek sekaligus menjajaki peluang kolaborasi antarpasar kawasan ASEAN.








