Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menanjak pada sesi transaksi Kamis (8/10).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan indeks saham masih mempunyai kans meneruskan reli penguatan jangka pendek, kendati risiko pelemahan minor tetap mesti diwaspadai pelaku pasar.
"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave c dari wave (y) pada label hitam, dengan area penguatan menuju gap 6.227-6.231 dan area koreksi terdekat di 6.118-6.141. Sementara pada label merah, IHSG berpeluang menguji area 6.342-6.430 yang merupakan cluster MA20 dan MA60," terang Herditya lewat riset hariannya.
Herditya menaksir pergerakan indeks berada pada batas support 6.091, 5.973 serta resistance 6.297, 6.376 hari ini. Dirinya turut menyodorkan pilihan saham seperti BIPI, DEWA, HRTA, serta TLKM.
Pandangan serupa dilontarkan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia melihat indeks berkesempatan bangkit usai terkoreksi tipis pada transaksi sebelumnya, dengan potensi reli terbuka selama mampu bertengger di atas area support 6.094.
"Jika support Fibonacci 6.094 tetap bertahan, IHSG berpeluang melanjutkan tren naik menuju 6.261. Namun, jika menembus support 6.019, indeks berisiko kembali melanjutkan tren turun menuju 5.850," kata Ivan.
Ivan memperhitungkan IHSG bergulir di area support 6.094, 6.019, 5.850, juga 5.607, serta resistance 6.261, 6.423, dan 6.552 hari ini. Koleksi saham yang ia rekomendasikan mencakup BBCA, BBNI, hingga DEWA.
Sebelumnya, IHSG mendarat di posisi 6.146 pada perdagangan Rabu (7/10) sore. Posisi tersebut terdepresiasi 46,20 poin atau merosot 0,75 persen dibanding sesi penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Infokom, total nilai transaksi pemodal menembus Rp36,20 triliun melalui pertukaran volume sebanyak 48,41 miliar lembar saham.
Saat sesi penutupan kemarin, sebanyak 258 saham terangkat, 378 saham melemah, serta 157 saham bergerak mendatar tanpa perubahan.
Catatan Redaksi: Artikel ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Segala tindakan berinvestasi menjadi tanggung jawab mandiri para pembaca.
