Pesta demokrasi Israel yang diselenggarakan di tengah suasana peperangan tampaknya menghadapi kebuntuan politik (27/10), merujuk pada temuan jajak pendapat seusai pencoblosan (exit polls).
Gelaran pemilu Israel pada masa konflik tersebut rampung tanpa memunculkan kubu pemenang mutlak, mengacu pada data survei hitung cepat di tempat pemungutan suara per Selasa (27/10/2026) waktu setempat. (REUTERS/Rami Shlush)
Catatan sementara ini dipandang menjadi ganjalan serius bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, figur yang berjuang mengamankan kepemimpinannya seusai mendominasi panggung politik Israel selama bertahun-tahun. (via REUTERS/YONATAN SINDEL)
Kendati kelompok oposisi arahan Gadi Eisenkot diperkirakan mengamankan kursi parlemen melebihi perolehan koalisi Netanyahu, kedua aliansi sama-sama belum mengantongi skema konkret guna membentuk kabinet. Dominasi tipis ini setidaknya membuka peluang awal bagi Eisenkot guna memimpin perundingan koalisi. (REUTERS/Shir Torem)
Kendati demikian, mandeknya peta politik dapat memberikan keuntungan taktis untuk Netanyahu. Dirinya berpotensi terus memimpin roda pemerintahan transisi saat seluruh faksi politik melangsungkan negosiasi guna merancang persekutuan baru. (via REUTERS/YONATAN SINDEL)
Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel melaporkan angka keterlibatan pemilih menyentuh 77,7%. Persentase ini tercatat paling tinggi dalam tempo lebih dari dua dasawarsa, atau melesat sekitar 7 poin persentase dibanding kontestasi tahun 2022. Tiga stasiun televisi utama Israel memutakhirkan proyeksi exit poll dan memprediksi kubu Eisenkot memimpin dua kursi atas faksi Partai Likud naungan Netanyahu, lewat perolehan 52 berbanding 50 kursi. (REUTERS/Rami Shlush)
Adapun 18 kursi parlemen sisanya diprediksi menjadi milik partai-partai Arab yang bersikap independen dari kedua faksi besar. Meski demikian, Eisenkot selaku pucuk pimpinan Partai Yashar hampir seutuhnya menepis skenario koalisi bersama kelompok-kelompok tersebut. Keputusan tegas itu kian mempersulit langkahnya mengamankan status mayoritas, terlepas dari keunggulan perolehan kursi kubunya. (REUTERS/Shir Torem)
