Jakarta – Gunung Api Semeru yang terletak di Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi pada Jumat (6/11/2026) tepat pukul 15.48 WIB, berdasarkan rilis Badan Geologi Kementerian ESDM.
Hamburan kolom abu vulkanik tercatat membubung kira-kira 1.000 meter melampaui puncak gunung. Asap pekat itu terpantau berkelir putih hingga abu-abu berintensitas tebal mengarah ke sektor tenggara serta selatan.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 06 November 2026, pukul 15:48 WIB tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 744 detik," tulis akun resmi Badan Geologi di X, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan laman resmi Magma ESDM, otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk meniadakan seluruh kegiatan di area tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, berjarak 13 km dari kawah aktif.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," sebut Magma Indonesia.
"Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," jelasnya.
"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," lanjut anjuran resmi tersebut.
