Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tegaskan Pentingnya Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah

Posted on
banner 336x280

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menggarisbawahi urgensi pengarusutamaan gender pada perencanaan pembangunan wilayah di tengah tren perbaikan Indeks Ketimpangan Gender pada 2025.

Orang nomor satu di Sulawesi Utara (Sulut) tersebut menyatakan bahwa penguatan aspek gender menjadi sudut pandang yang amat krusial bagi jajaran Pemerintah Provinsi. Menurutnya, paradigma kesetaraan gender mesti melekat secara utuh di seluruh tahapan pembangunan daerah.

banner 468x60

"Perspektif gender harus terintegrasi dalam perencanaan pembangunan, penganggaran, pelaksanaan program, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan," ungkap Gubernur Yulius di Kota Manado, Senin.

Sikap tersebut dipaparkan kepala daerah saat membacakan pendapat mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di sidang paripurna DPRD Sulut. Pada agenda tersebut, dirinya menyampaikan bahwa kemajuan sektor gender di Bumi Nyiur Melambai menunjukkan tren positif.

Merujuk pada catatan statistik, capaian Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Sulawesi Utara tercatat membaik secara nyata. Skor IKG wilayah ini pada 2025 berada pada level 0,340, turun membaik dari capaian tahun 2024 yang bertengger di nomor 0,386.

Kendati menunjukkan kemajuan, Gubernur Yulius mengingatkan bahwa keberhasilan itu belum terdistribusi secara seimbang. Dirinya menyoroti ketimpangan yang masih terjadi antar-kabupaten serta kota di Sulut. Fakta ini membuktikan agenda pemberdayaan kaum perempuan tidak boleh sebatas reaktif terhadap masalah proteksi semata.

Ia mendorong penguatan kesetaraan gender yang bertumpu pada realitas lokal. Langkah tersebut ditujukan guna memperluas jangkauan peluang, aksesibilitas, keterlibatan aktif, hingga kapasitas kendali perempuan pada ranah ekonomi, tatanan sosial, tradisi budaya, serta panggung politik.

Yulius menambahkan esensi pembangunan wilayah tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan finansial, sarana infrastruktur fisik, ataupun statistik makro. Hakikat sejatinya yakni ikhtiar membina manusia seutuhnya, mencakup dimensi jasmani, kebutuhan rohani, interaksi sosial, hingga unsur kultural.

Dengan demikian, tolok ukur kesuksesan mesti tecermin dari meningkatnya taraf hidup publik, tersedianya ruang berkembang yang leluasa, serta jaminan perlindungan hak bagi setiap warga. "Dalam konteks inilah perempuan dan anak menempati posisi yang sangat penting dalam pembangunan daerah," pungkas Yulius Selvanus.

banner 336x280