Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan tekadnya dalam memantapkan demokrasi inklusif di tengah keberagaman demi menjaga kedamaian serta kelestarian alam di kawasan Sulawesi Selatan.
MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman kembali menggarisbawahi komitmen kuatnya guna memacu penerapan sistem demokrasi inklusif berlandaskan semangat kebinekaan. Upaya strategis ini dipandang sangat vital untuk menghadirkan rasa damai sekaligus keadilan yang merata bagi segenap warga di wilayah kepemimpinannya.
Melalui pernyataan resminya di Makassar pada hari Rabu, Gubernur Andi Sudirman memaparkan bahwa konsep demokrasi yang transparan dan adil semestinya selaras dengan perlindungan ekosistem. Kebijakan ini krusial bukan sekadar memenuhi kebutuhan warga masa kini, melainkan juga menjamin masa depan generasi penerus bangsa.
“Sejak dahulu kita senantiasa diminta untuk merawat kerukunan, kendati terdapat perbedaan namun tetap utuh bersatu dalam bingkai kebinekaan NKRI,” tegasnya saat menghadiri Seminar Agama-Agama (SAA) ke-40 yang diselenggarakan oleh pihak PGIW Sulselbar.
Keseimbangan Kemajuan Ekonomi dan Kelestarian Alam
Andi Sudirman menjelaskan esensi pemerataan manfaat dari setiap proses pembangunan daerah. Dirinya menegaskan bahwa kondisi alam wajib terus dipelihara supaya generasi masa depan memiliki hak serta peluang serupa guna menjalani kehidupan yang jauh lebih sejahtera.
Menurut pandangannya, nilai-nilai demokrasi sepatutnya tercermin melalui keikutsertaan aktif warga pada penetapan arah kebijakan. Di samping itu, kemudahan akses informasi publik serta penerapan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan akuntabel merupakan pilar yang sangat mendasar.
Pihak pemerintah daerah, imbuhnya, mengemban tugas pokok untuk mengawal jalannya pembangunan agar tetap mematuhi koridor aturan. Titik berat utamanya terletak pada pemenuhan aspirasi rakyat serta penyelarasan antara pertumbuhan sektor perekonomian dan proteksi kelestarian alam sekitar.
Kontribusi Kunci Para Tokoh Agama
Selain persoalan tersebut, Gubernur menguraikan betapa berartinya kontribusi institusi beserta pemuka agama. Tokoh-tokoh ini diharapkan sanggup menumbuhkan kepedulian umat terkait pentingnya merawat alam semesta sekaligus memperkokoh tali persaudaraan di tengah heterogenitas sosial.
“Kami menaruh harapan besar bahwa forum seminar ini mampu menjadi wadah bertukar pikiran secara leluasa demi menyatukan aneka perspektif, membedah tantangan secara objektif, serta melahirkan ide-ide aplikatif yang berfaedah langsung bagi tatanan masyarakat,” pungkasnya.
Materi berita ini disusun menggunakan dukungan teknologi AI.


