Gerebek Sarang Narkoba di Makassar, Aparat Ringkus 104 Orang dan Sita Puluhan Juta Rupiah

Posted on
banner 336x280

Aparat kepolisian gabungan melancarkan aksi penggerebekan di kawasan perkampungan narkotika kawasan Borta, Makassar, dengan mengamankan sebanyak 104 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 98 orang terbukti positif menggunakan zat terlarang, di mana tiga sosok di antaranya berstatus sebagai bandar pengedar.

Operasi terpadu tersebut digelar oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polrestabes Makassar bersama Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan di wilayah Borta, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam penindakan berskala besar itu, total 104 individu berhasil diciduk aparat, termasuk tiga terduga bandar besar setempat.

banner 468x60

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memaparkan bahwa mayoritas dari mereka yang diamankan, tepatnya 98 orang, positif narkoba sesudah menjalani prosedur tes urine secara menyeluruh. "Kita melakukan penggerebekan secara bersama-sama dengan hasil didapatkan kurang lebih 104 orang. Tiga orang bandar," ungkap Arya saat memberikan keterangan resmi di pelataran Mapolrestabes Makassar, Sabtu dini hari.

Tidak hanya kaum pria, petugas juga turut mengamankan enam orang perempuan dalam penggerebekan intensif yang berlangsung sejak Jumat (9/10) sore hingga menjelang petang. Sejumlah bukti kejahatan sukses disita pihak berwenang, meliputi paket sabu seberat 10 gram, ratusan bong atau alat hisap, korek api gas, perangkat kamera pengawas CCTV, uang tunai sejumlah Rp49,6 juta yang diduga merupakan perputaran transaksi, 26 unit telepon seluler, dua unit timbangan elektrik, bungkus plastik saset kosong, beserta senjata tajam berbahaya.

Penghalang Baja dan Kericuhan Warga

Kapolrestabes membeberkan bahwa regu operasional turut menyita sebuah daun pintu loket berbahan baja kokoh yang sengaja dipasang demi membentengi ruang gerak para pemasok barang haram. Wilayah pemukiman ini sebetulnya pernah menjadi sasaran operasi penegak hukum pada tahun sebelumnya, tepatnya di area Sapiria serta Borta. Kendati demikian, kelompok pengedar kini memodifikasi jalur masuk mereka dengan memasang pelat besi dan bilik loket khusus. "Pintunya sudah diperkuat dengan plat baja, tetapi berhasil dibongkar paksa oleh petugas dengan gurinda," terang Kombes Pol Arya Perdana.

Di tengah berjalannya aksi penertiban, petugas di lapangan sempat menghadapi perlawanan sporadis dari penduduk sekitar yang melempari aparat memakai batu. Situasi menegangkan itu memaksa personel mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sampai kondisi kawasan kembali kondusif sepenuhnya. Sebagian terduga pelaku bahkan nekat melarikan diri dengan menaiki atap-atap kediaman warga, namun tindakan pelarian tersebut berakhir sia-sia lantaran mereka tetap berhasil diringkus. Mereka disinyalir tengah berpesta sabu sekaligus berada dalam pengaruh zat adiktif tersebut.

Sebanyak 105 personel gabungan dikerahkan dalam penindakan ini, mencakup 80 anggota jajaran Polrestabes Makassar ditambah 25 personel Ditresnarkoba Polda Sulsel. Selepas diamankan secara tertib, semua pelaku dan pemakai langsung digelandang menuju markas komando kepolisian dengan menumpang armada truk dinas.

Langkah Hukum dan Tekad Sapu Bersih

Kombes Pol Arya Perdana menegaskan bahwa institusinya bakal menempuh mekanisme proses hukum tegas bagi tersangka yang kedapatan menyimpan barang bukti. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki bukti kepemilikan narkoba bakal diserahkan ke fasilitas rehabilitasi bersama instansi pemerintah maupun swasta. "Tindak lanjutnya, tentu kalau memang ada barang bukti, kita akan proses lanjut. Tetapi, jika tidak ada barang bukti, maka nanti akan kita rehabilitasi," imbuhnya.

Kapolres menggarisbawahi bahwa pembersihan sarang narkotika ini selaras dengan mandat serta instruksi Presiden RI, Kapolri, beserta Kapolda Sulsel. Pengungkapan lokasi peredaran ini berawal dari laporan aduan masyarakat setempat. Tiga bandar yang berhasil ditangkap masing-masing memiliki inisial P, A, dan W, dengan rincian peranan yang masih terus didalami. Jaringan pengedar ini diduga kuat memiliki rantai pasokan transnasional dari luar negeri seperti Malaysia yang diselundupkan melintasi Pulau Kalimantan.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Sugeng Sudarso mengutarakan bahwa penyergapan ini merupakan agenda serentak gerakan pemberantasan narkoba di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk penindakan di area Toraja Utara. "Upaya ini akan terus kita lakukan sampai benar-benar Makassar atau Sulsel ini bersih. Ini adalah program yang akan kita terus lakukan guna menciptakan Indonesia bersih dari narkoba," pungkasnya.

banner 336x280