Jakarta – Genap 10 hari Suahasil Nazara menjalankan mandat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, terhitung semenjak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026.
Sepanjang masa awal pengabdiannya di pucuk pimpinan bendahara negara tersebut, Suahasil secara intensif menggelar rangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan serta pejabat tinggi dari lintas kementerian dan lembaga negara.
Bahkan pada malam pertama seusai pengucapan sumpah jabatan di hadapan Presiden, Menkeu langsung menerima kunjungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin guna mengkaji secara mendalam persoalan alokasi tambahan anggaran bagi keberlanjutan operasional BPJS Kesehatan.
Melanjutkan kesibukannya, ia langsung menyambangi Gedung Parlemen guna menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang diselenggarakan pada 16 September 2026.
Forum legislasi daerah tersebut mengagendakan penyerahan dokumen pertimbangan resmi DPD RI terhadap penyusunan RUU APBN Tahun Anggaran 2027, di mana jalannya persidangan dikawal langsung oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
"Ini adalah suatu tata bernegara yang baik untuk saya mendapatkan pertimbangan yang mencerminkan perspektif dari seluruh daerah, karena yang ada di DPD ini semua adalah perwakilan dari daerah-daerah di seluruh Indonesia," tutur Suahasil seusai menuntaskan agenda sidang terhormat tersebut.
Memasuki hari Jumat, 18 September 2026, Suahasil berpartisipasi dalam rapat krusial terkait pengelolaan Dana Jaminan Sosial yang diinisiasi oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, yang turut didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Pada hari yang sama, Suahasil juga menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di kantornya, demi membicarakan penguatan dukungan pembiayaan sektor pendidikan tinggi nasional.
Usai jeda akhir pekan, Menkeu segera bergerak cepat memimpin pemaparan capaian operasi pengawasan dan penindakan komoditas selundupan bersama jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Dalam konferensi pers pada Selasa, 22 September 2026 tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut dihadirkan lantaran penyelundupan impor ilegal yang berhasil digagalkan aparat mencakup komoditas pangan pokok beras serta gula asal India.
Keesokan harinya, tepatnya Rabu, 23 September 2026, Suahasil berdiskusi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang sekaligus mengemban posisi Chief Executive Officer Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.
Dialog konstruktif antara Suahasil dan Rosan difokuskan pada manajemen kekayaan negara, penguatan iklim investasi, serta optimalisasi kapasitas instrumen pembiayaan demi mendongkrak nilai tambah sekaligus memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Selain pertemuan resmi itu, pada hari yang sama Suahasil juga bersua dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di tengah-tengah partisipasi mereka pada agenda forum bisnis di Jakarta.
Puncak kesibukan maraton Suahasil berlanjut pada Kamis, 24 September 2026. Sejak pagi, ia mendatangi rapat koordinasi intensif yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Rapat di parlemen ini turut melibatkan Mensesneg Prasetyo Hadi, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
"Kami membahas perkembangan ekonomi dan keuangan nasional serta berbagai dinamika yang perlu menjadi perhatian bersama," ungkap Dasco melalui unggahan pernyataan di akun media sosial Instagram miliknya @sufmi_dasco.
Rampung rapat gabungan tersebut, agenda kerja Suahasil beralih ke forum rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI guna menuntaskan pembahasan tingkat satu rancangan regulasi RUU APBN 2027.
Melengkapi rangkaian jadwal dinasnya, Menkeu kemudian menyambangi Gedung Kantor Pusat Bank Indonesia untuk mengadakan pertemuan bilateral khusus dengan Gubernur BI Destry Damayanti.
Agenda silaturahmi formal tersebut berfokus mematangkan sinkronisasi kebijakan fiskal dari pemerintah dan kebijakan moneter dari bank sentral demi menjamin stabilitas makroekonomi serta mengakselerasi ekspansi pertumbuhan ekonomi domestik.
"Karena tentu sebagai koordinator Menteri Keuangan dan kita sebagai sama-sama dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), tentunya kerja sama yang baik dan sinergi itu akan sangat diuntungkan," pungkas Destry pasca pertemuan.








