Gelar Edukasi Risiko di Labur Nusantara 2026, Invetra Soroti Volatilitas Pasar Emas

Posted on
banner 336x280

Menurut pandangannya, dinamika naik turun harian tidak selamanya menggambarkan kecenderungan tren secara menyeluruh.

JAKARTA — Perusahaan pialang berjangka resmi yang beroperasi di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), PT Invetra Teknologi Berjangka (Invetra), memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan edukasi bertajuk seminar trading Labur Nusantara 2026. Pertemuan edukatif ini diselenggarakan bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Sabtu (26/9/2026), dengan mengundang pemenang kompetisi trading tingkat global dari Malaysia, Dato’ Dr. Nazri Khan, serta figur dari jajaran Board Director International Federation of Technical Analysts (IFTA), Indrawijaya Rangkuti. Melalui momentum tersebut, pihak Invetra mengajak kalangan investor ritel untuk benar-benar memahami potensi risiko sekaligus merancang taktik matang sebelum terjun bertransaksi di bursa emas yang saat ini bergerak fluktuatif.

Penyelenggaraan seminar ini bertepatan dengan momentum pergeseran harga komoditas emas yang berlangsung dinamis dan tajam. Pada penutupan perdagangan hari Selasa (29/9/2026), posisi nilai emas spot berada pada level 4.184,8 dolar AS per troy ons, membukukan penguatan sebesar 1,7 persen dibanding perdagangan sebelumnya. Pemulihan harga ini tercatat setelah nilai logam mulia tersebut sempat mengalami tekanan koreksi sedalam 4,13 persen dalam periode sepekan dan terkoreksi mencapai 5,79 persen selama jangka waktu satu bulan.

Chief Executive Officer Invetra, Jufri Ramadhan Sinurat, menegaskan bahwa fenomena pergerakan pasar tersebut memperlihatkan betapa mendesaknya pemahaman literasi finansial sebelum seseorang mulai menjalankan aktivitas transaksi.

“Saat harga bergerak beberapa persen dalam hitungan hari, trader yang tidak paham risikonya paling mudah mengalami kerugian. Karena itu, Invetra mendukung edukasi yang mengajarkan cara membaca pasar, menetapkan batas kerugian, dan menyusun strategi sebelum bertransaksi,” ujar Chief Executive Officer Invetra, Jufri Ramadhan Sinurat, dalam pernyataan pers resminya pada Rabu (30/9/2026).

Indrawijaya Rangkuti, selaku perintis dari Entry Exit, mengawali rangkaian seminar dengan menguraikan proyeksi serta prospek pasar komoditas emas. Dirinya mengupas tuntas peta pergerakan instrumen emas baik pada cakupan jangka pendek maupun tren jangka panjang, seraya menekankan keharusan bagi pelaku pasar dalam memisahkan kedua perspektif itu. Berdasarkan pandangannya, fluktuasi yang muncul setiap hari belum tentu selaras dengan arah tren utama, sehingga para trader diwajibkan untuk menyesuaikan metode transaksi sesuai target kerangka waktu yang telah ditentukan.

Sosok Dato’ Dr. Nazri Khan dikenal sebagai peraih gelar juara kompetisi bergengsi World Cup Trading Championship (Robbins Cup) edisi 2024 yang berhasil memimpin empat kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, ia mengisi dua sesi pelatihan khusus.

Sesi permulaan mengupas tuntas teknik scalping, yang merupakan strategi eksekusi transaksi dalam interval waktu super singkat, dengan menempatkan emas sebagai aset primer. Ia memaparkan prinsip kerja fast in fast out (FIFO), yaitu proses membuka serta melikuidasi posisi transaksi dalam tempo yang sangat ringkas. Berdasarkan analisisnya, metode transaksi kilat ini cuma bisa dipraktikkan dengan tingkat disiplin tinggi, mengingat seluruh putusan trading wajib diambil tanpa pengaruh luapan emosi. Ia pun turut memberikan perhatian khusus pada variabel durasi transaksi.

Tidak seluruh waktu perdagangan dinilai kondusif untuk mengeksekusi scalping, sehingga setiap trader dituntut cermat mengenali jendela waktu ketika likuiditas pasar mencapai titik optimal, sembari menentukan area beli dan jual sebelum masuk pasar. Pertemuan pertama ini diselesaikan dengan penjabaran analisa teknikal spesifik untuk mendukung eksekusi cepat.

Pada sesi berikutnya, diperkenalkan penerapan footprint chart, instrumen analisa visual yang menyajikan persebaran volume order antara pihak pembeli dan penjual pada tiap tingkatan harga. Dato’ Dr. Nazri Khan menuturkan metode membaca metrik delta, yakni perbedaan bersih dari besaran volume beli agresif melawan volume jual agresif. Nilai delta positif merefleksikan kendali penuh pihak pembeli, sebaliknya delta negatif mengindikasikan besarnya dominasi penjual.

Dirinya juga mengulas fungsi point of control (POC), yakni titik harga dengan konsentrasi transaksi tertinggi yang kerap dijadikan batas support atau resistance. Sesi edukasi dilengkapi langkah membaca likuiditas, disparitas harga, serta fenomena absorpsi, yakni fase di mana lonjakan order besar mampu ditahan tanpa memicu pergeseran harga instrumen. Melalui pemahaman data mendalam ini, pelaku pasar mampu mengenali kekuatan riil yang menggerakkan pasar, tidak sekadar mengandalkan garis grafik semata.

Pemimpin Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI), Gideon M. Lapian, membawakan pidato kehormatan mengenai peran fundamental analisis teknikal sebagai pijakan rasional dalam merumuskan ketetapan investasi.

Di dalam sesi pemaparan terpisah yang dibawakan Invetra, audiens memperoleh bimbingan langsung seputar keabsahan perizinan pialang legal beserta prosedur pemeriksaannya. Jufri memberikan peringatan terbuka terkait menjamurnya ajakan transaksi ilegal. Mengacu pada catatan historis sepanjang tahun 2024, regulator Bappebti sudah berhasil menindak dan memblokir sebanyak 1.046 alamat situs web entitas bodong di ranah Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).

“Langkah pertama sebelum membuka akun di mana pun, termasuk di Invetra, adalah memeriksa izin pialang melalui situs resmi Bappebti. Setelah itu, pahami bahwa transaksi derivatif berisiko tinggi, dan hanya gunakan dana yang siap Anda tanggung risikonya,” tutur Jufri memaparkan pesannya.

Dukung Labur Nusantara 2026, Invetra Hadirkan Edukasi Risiko di Tengah Gejolak Harga Emas

Jadi Bos Telkom, Nanang Ungkap Aksi Korporasi Terbaru Perusahaan

Pasokan Sawit Indonesia 2027 Tertekan, India Jadi Pasar Strategis

Bukan Cuma Cegah Peretasan, Ini Fitur Vital yang Wajib Dimiliki Trader

Telkom Ganti Dirut, Nanang Hendarno Gantikan Dian Siswarini