Gas Perdana Sumur JNE #6 Mengalir di Kaltim, FPU Jangkrik Menuju Kapasitas Penuh 750 MMSCFD

Posted on
banner 336x280

Jakarta – Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meresmikan penyaluran gas perdana dari Sumur Jangkrik North East (JNE) #6 di Kalimantan Timur. Proyek hulu migas ini dioperasikan oleh Searah, konsorsium patungan antara Eni serta Petronas.

Penyaluran pasokan gas anyar tersebut diproyeksikan mampu memacu fasilitas pemrosesan terapung (FPU) Jangkrik agar segera beroperasi menyentuh kapasitas maksimalnya.

banner 468x60

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa tahap pertama pengaliran gas Sumur JNE #6 memberikan pasokan 60 MMSCFD. Volume ini nantinya dinaikkan bertahap hingga menyentuh 230 MMSCFD dari Lapangan MAHA menjelang akhir Oktober 2026.

"Insya Allah hari ini peresmian penerimaan/pengaliran gas perdana dari Sumur JNE#6 (Jangkrik North East) #6 sebesar 60 MMSCFD dan selanjutnya ramp-up hingga 230 MMSCFD dari lapangan MAHA pada akhir Oktober 2026," jelas Djoko melalui pernyataan tertulis, Kamis (22/10/2026).

Tambahan gas Lapangan MAHA sebesar 230 MMSCFD bakal mengerek total pasokan baru bersama Sumur JNE #6 mencapai 290 MMSCFD. "Sehingga total tambahan produksi dari JNE#6 dan MAHA sebesar 290 MMSCFD," tuturnya.

Injeksi pasokan anyar ini dipastikan mempercepat FPU Jangkrik menuju pemanfaatan kapasitas utuh. Integrasi fasilitas eksisting dengan aliran Sumur JNE #6 serta Lapangan MAHA siap mendongkrak total kapasitas produksi FPU hingga berkisar 700 sampai 750 MMSCFD.

"Dengan demikian total FPU Jangkrik berproduksi full kapasitas 700 sampai dengan 750 MMSCFD baik dari lapangan/produksi existing, tambahan produksi JNE#6 dan tambahan Lapangan Maha," pungkasnya.

banner 336x280