Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan pembatalan rencana mendatangkan armada KRL seken asal Jepang. Sebagai alternatifnya, pihak KAI memutuskan kembali memborong unit KRL anyar produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin kini memproses pembelian 23 trainset baru dengan target penyelesaian kurun 2 sampai 3 tahun, termasuk 8 rangkaian prioritas yang sangat mendesak dihadirkan.
Semua tahapan pengerjaan diserahkan sepenuhnya ke INKA, yang diberikan kebebasan merakit sarana tersebut mandiri atau menggandeng mitra global, asalkan konsisten memberdayakan sektor industri lokal.
"Kami memberikan kepercayaan penuh kepada INKA untuk memproses pengadaan 23 trainset ini. INKA memiliki fleksibilitas untuk menentukan skema produksi, baik manufaktur mandiri maupun bermitra dengan pihak internasional, dengan ketentuan wajib bekerja sama dan melibatkan industri dalam negeri," ungkap Bobby.
Di sisi lain, dari kontrak 16 rangkaian KRL anyar tipe CLI-225/iE305 buatan INKA, baru 7 rangkaian yang telah aktif melayani penumpang. Sementara unit ke-8 kini tengah menjalani pengujian dinamis pada rute Bogor-Jakarta Kota.
Selama kurun waktu Januari hingga Oktober 2026, KRL Commuter Line Jabodetabek sukses mengangkut 303.792.024 pengguna, atau setara 999.316 orang setiap harinya. Tingginya angka mobilitas inilah yang mendasari manajemen memperkuat keandalan armada secara berkelanjutan.
"Setiap hari, jutaan masyarakat mengandalkan layanan KAI Group untuk beraktivitas. Tanggung jawab kami adalah memastikan perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan semakin baik. Karena itu, setiap proses penyiapan sarana dilakukan dengan cermat," tegas Bobby.







