FLEI Business Show dan Café & Brasserie Expo Resmi Dibuka, Peluang Bisnis hingga Rantai Pasok

Posted on
banner 336x280

Ajang FLEI Business Show kembali memfasilitasi pertemuan strategis antara para pemegang hak merek waralaba dengan para calon rekanan usaha.

TANGERANG — Pihak Panorama Media secara resmi membuka penyelenggaraan FLEI Business Show edisi ke-27 yang digelar bersamaan dengan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) edisi ke-9, berlokasi di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, pada Jumat (9/10). Didukung secara penuh oleh Kementerian Perdagangan beserta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perhelatan ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026 mendatang.

Prosesi seremonial pembukaan dihadiri jajaran delegasi Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

FLEI Business Show berfungsi menjembatani pemilik merek waralaba dengan calon mitra usaha dan investor potensial. Pada waktu yang sama, CBE hadir menjadi sarana komprehensif bagi penggiat kafe, resto, maupun bar agar terhubung langsung dengan penyedia suplai bahan baku, kelengkapan alat produksi, hingga solusi penunjang bisnis.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengutarakan pandangannya bahwa sektor industri waralaba memegang peranan krusial guna memperluas lapangan berusaha serta memacu perputaran arus perdagangan domestik berkelanjutan.

“Kami mendorong brand lokal untuk terus memperkuat standar bisnisnya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global, dan pameran seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra,” ujar Budi.

Sementara itu, President Director Panorama Media Royanto Handaya menyampaikan, penggabungan jadwal pelaksanaan kedua perhelatan besar ini ditujukan demi menyatukan beraneka ragam kebutuhan dalam rantai ekosistem bisnis.

Calon penanam modal yang telah menemukan peluang usaha di pameran FLEI memerlukan dukungan jaringan penyuplai bahan baku serta perlengkapan teknis yang tersaji lengkap di CBE.

“Dengan mempertemukan seluruh mata rantai tersebut di satu lokasi, kami ingin setiap kunjungan menghasilkan tindak lanjut bisnis yang nyata,” kata Royanto.

Penyelenggaraan agenda terpadu ini melibatkan kolaborasi erat bersama Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), hingga Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO).

Perhelatan FLEI Business Show berlangsung di tengah pertumbuhan industri waralaba nasional. Data Kementerian Perdagangan mencatat, hingga Agustus 2026, penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) bagi pelaku merek dalam negeri telah mencapai 169 berkas, mengungguli catatan merek internasional di angka 163 STPW. Situasi ini berbanding terbalik dibanding sepuluh tahun sebelumnya, saat merek luar negeri mendominasi pangsa pasar nasional hingga 70 persen.

Ketua Umum WALI sekaligus Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Franchise Levita G. Supit mengungkapkan, peningkatan registrasi merek lokal membuktikan tingginya kepercayaan konsumen terhadap produk karya anak bangsa. Kendati demikian, dirinya mengingatkan calon rekanan agar teliti menyeleksi peluang kemitraan, salah satunya memverifikasi status legalitas kepemilikan izin edar resmi dari merek terkait.

Pada perhelatan tahun ini, FLEI mempersembahkan International Business Summit yang mempertemukan jejaring pelaku wirausaha dari enam negara, yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, serta Malaysia.

Panitia juga menyuguhkan program Business Matching guna mengkoneksikan pemilik waralaba, investor, serta calon mitra strategis, lengkap dengan sesi Business Conference yang mengupas langkah taktis pengembangan usaha waralaba. Pengunjung berkesempatan melangsungkan konsultasi langsung bersama konsultan dari World Franchise Associates, Asiawide Franchise Consultants, dan Franchise Academy Indonesia.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Indonesia Juan Permata Adoe memaparkan bahwa pelaku usaha lokal, khususnya di industri olahan kuliner serta racikan kopi, mempunyai momentum emas guna memperluas pangsa pasar ke panggung regional. Ia menekankan kemudahan akses jejaring kemitraan berperan sebagai pilar utama kesuksesan proses ekspansi.

Di sisi lain, Café & Brasserie Expo dipadati para pengelola operasional kafe, resto, bar, staf gerai, barista, hingga calon usahawan pemula. Seluruh peserta dapat menjalin relasi komersial bersama distributor biji kopi, varian teh, cokelat, minuman beralkohol, instrumen mesin, hingga integrasi piranti lunak operasional.

Pameran CBE menyuguhkan Business Matching, diskusi Cafe Talks, Latte Art Workshop, serta Coffee Roasting Experience. Rangkaian pameran ini diagendakan ditutup dengan pagelaran Cafe Industry Awards sebagai seremoni apresiasi bagi insan berprestasi industri kafe nasional.

Gairah konsumsi kopi pasar lokal terus memperkuat masa depan bisnis ini. Rilis data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menunjukkan estimasi serapan konsumsi kopi nasional rentang 2024/2025 diprediksi menembus 4,8 juta kantong berbobot 60 kilogram, bertumbuh dibanding volume 4,45 juta kantong pada 2020/2021.

Ketua Umum DPP ASKI Irsan Yumeno menjelaskan tren menjamurnya kedai kopi kekinian memberi dorongan langsung terhadap penyerapan biji kopi lokal.

“Semakin banyak pelaku usaha kafe yang menggunakan kopi Nusantara, semakin besar nilai tambah yang kembali ke hulu,” ujar Irsan.

Pameran FLEI Business Show serta CBE diselenggarakan berbarengan dengan ajang Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) sesi kedua yang bergulir mulai 8 Oktober 2026. Cukup mengantongi satu tiket masuk, publik dapat menjelajahi seluruh zona ketiga ajang tersebut, termasuk mengeksplorasi paket wisata outing kantor, kegiatan team building, hingga perencanaan perjalanan dinas insentif.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berpartisipasi sebagai mitra perbankan resmi dengan penawaran cashback instan untuk 150 transaksi harian via QRIS myBCA, serta cashback 50 persen Reward BCA dengan batas penukaran minimal Rp50.000 bagi pemegang Kartu Kredit BCA. BCA turut memperkenalkan portal bisnis terpadu Ocean by BCA yang memuat kurang lebih 100 fitur penyelesaian usaha, mulai transaksi, pembiayaan, hingga manajerial.

Dukungan operasional pameran diperkuat kemitraan logistik bersama Lalamove, serta akomodasi resmi oleh The 1O1 Hotel. Pameran dapat dikunjungi publik luas pada 9 hingga 11 Oktober 2026 pukul 10.00 sampai 20.00 WIB, dengan batas operasional loket tiket hingga pukul 19.00 WIB.