Jakarta, CNBC Indonesia – Singapura bersama Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam bersiap mengusulkan tari zapin, seni pertunjukan tradisional Melayu, agar masuk ke Daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Berkas usulan bersama ini direncanakan diserahkan kepada pihak UNESCO pada Maret 2027, sebagaimana disampaikan Dewan Warisan Nasional Singapura (NHB).
CEO NHB, Chang Hwee Nee, menjelaskan bahwa pengajuan multinasional tersebut mempertegas tingginya arti penting kebudayaan zapin bagi warga Singapura maupun kawasan regional sekitarnya.
"Kami berharap tonggak pencapaian ini akan menginspirasi generasi baru praktisi untuk melestarikan bentuk tarian ini sebagai bagian dari warisan budaya kita yang hidup, sekaligus mendorong masyarakat Singapura untuk mengeksplorasi dan merangkul tradisinya yang kaya," ungkapnya seperti dilansir The Star, Minggu (27/9/2026).
Pihak NHB menyebutkan momentum ini menjadi momen perdana bagi Singapura dalam mengusulkan bentuk seni pertunjukan secara kolektif, sekaligus menjadi pendaftaran keempat negara pulau tersebut ke daftar UNESCO.
Pengajuan pertama Singapura di daftar ICH UNESCO adalah tradisi kuliner penjaja jalanan atau hawker culture. Selanjutnya menyusul kebaya, yang didaftarkan bersama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Thailand hingga resmi diakui tahun 2024.
Adapun pengusulan ketiga yaitu Chingay, diajukan secara bilateral dengan Malaysia dan saat ini masih menunggu tahap peninjauan.
"Di keempat negara tersebut, komunitas praktisi zapin yang berkembang pesat terus mementaskan dan mewariskan seni pertunjukan ini dari generasi ke generasi. Nominasi multinasional ini merupakan peluang bagi keempat negara untuk mempererat hubungan budaya dan meningkatkan kerja sama internasional dalam mempromosikan zapin serta para pelakunya," imbuh NHB.
NHB menambahkan, keberlangsungan seni zapin di Singapura terus terjaga dinamis lewat edukasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif warga.
"Selain menyusun berkas nominasi, NHB akan bekerja sama dengan masyarakat untuk mendukung dan mempromosikan berbagai inisiatif. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Singapura terhadap zapin, serta mendorong mereka untuk terlibat dalam melestarikan dan merayakan warisan budaya hidup Singapura yang beragam," pungkas NHB.






