Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan migas raksasa terkemuka asal Jepang, Inpex Corporation, secara resmi melebarkan sayap operasinya di Indonesia lewat pengambilalihan 50% hak partisipasi (participating interest/PI) pada wilayah kerja eksplorasi Blok Agung I serta Agung II di area lepas pantai Jawa Timur.
Aksi korporasi tersebut direalisasikan lewat dua entitas anak usaha milik Inpex, yaitu Inpex West Agung, Ltd. bersama dengan Inpex East Agung, LTD.
Berdasarkan pernyataan tertulis dari perseroan, lewat transaksi ini, Inpex menggenggam kepemilikan 50% saham Blok Agung I dari BP Agung I Limited serta 50% porsi saham Blok Agung II dari BP Agung II Limited, di mana keduanya merupakan unit bisnis BP.
Walaupun kepemilikan hak partisipasi sebesar separuh di kedua konsesi migas tersebut kini berada di tangan Inpex, kedudukan operator utama pada kedua blok itu tetap dijalankan oleh anak perusahaan BP.
"Inpex Corporation mengumumkan hari ini bahwa, melalui anak perusahaannya yang sepenuhnya dimiliki Inpex West Agung Ltd. dan Inpex East Agung Ltd., telah memperoleh 50% kepentingan yang berpartisipasi masing-masing di blok eksplorasi Agung I dan Agung II dari BP Agung I Limited dan BP Agung II Limited, masing-masing," jelas perseroan dalam siaran pers resminya, Kamis (1/10/2026).
Secara mendalam, area Blok Agung I membentang seluas 6.656 kilometer persegi pada kedalaman laut mulai dari 100 sampai 2.000 meter. Di sisi lain, Blok Agung II memiliki luasan kerja mencapai 7.969 kilometer persegi dengan variasi kedalaman air pada tingkatan serupa.
Pihak korporasi memaparkan posisi kedua blok lepas pantai ini bertetangga dekat dengan Blok Barong serta Blok Serpang, yang porsi hak partisipasinya telah diamankan terlebih dahulu oleh pihak Inpex.
Letak kewilayahan yang berdampingan ini membuka peluang besar bagi korporasi hulu energi nomor satu di Negeri Sakura tersebut guna menggelar proses eksplorasi migas secara terpadu dan masif di perairan lepas pantai Jawa Timur.
Kedua konsesi migas itu terletak pada area yang amat strategis dengan tingkat serapan pasar energi yang konsisten. Keadaan ini berpotensi memangkas pengeluaran pemrosesan maupun tahap produksi agar lebih efisien andai cadangan minyak bumi atau gas alam sukses ditemukan.
Manuver strategis ini selaras dengan peta jalan jangka panjang perseroan (Inpex Vision 2035) dalam memperluas cakupan serta mengokohkan lini bisnis gas alam maupun LNG, khususnya di pasar Indonesia serta kawasan regional Asia Tenggara.
"Untuk jangka panjang, eksplorasi yang sukses dapat mengarah pada pengembangan dan produksi yang efisien. Akuisisi ini diharapkan dapat berkontribusi pada perluasan bisnis gas alam dan LNG Inpex di Asia Tenggara, seperti yang ditetapkan dalam Visi Inpex 2035, yang diumumkan perusahaan pada Februari 2025. Inpex akan terus secara aktif memperkuat fondasi bisnisnya di Indonesia," pungkas manajemen.








