Aparat kejaksaan Hongaria resmi mengamankan mantan pimpinan bank sentral negara tersebut, Magyar Nemzeti Bank (MNB). Penangkapan ini menyangkut dugaan tindak pidana penyalahgunaan anggaran sewaktu ia mengabdi pada era pemerintahan mantan Perdana Menteri Viktor Orban.
"Ia melakukan tindakan investigasi terkoordinasi di beberapa lokasi sehubungan dengan penyelidikan terkait bank sentral terhadap penyelewengan dana secara kriminal," ungkap Kantor Kejaksaan Investigasi Pusat Hongaria pekan lalu, dilansir Senin (26/10/2026).
"Telah menahan dan menginterogasi mantan Gubernur Gyorgy Matolcsy dan kaki tangannya," tegas pihak kejaksaan lewat keterangan resmi terbarunya sebagaimana dikutip Washington Post.
Gyorgy Matolcsy diketahui memegang tampuk kepemimpinan MNB sepanjang periode 2013 hingga 2025. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia mengemban amanat Menteri Perekonomian di kabinet Orban periode 2010 sampai 2013, sekaligus figur penting kepercayaan ekonomi sang mantan perdana menteri.
Perkara hukum Matolcsy mulai menyita atensi publik bulan kemarin. Dewan pimpinan MNB melayangkan laporan pidana atas dugaan penggelapan aset, unsur kelalaian, pemalsuan, serta kesewenang-wenangan kewenangan tatkala Matolcsy berkuasa.
Laporan pidana itu bermula dari agenda audit internal terhadap aksi investasi properti di masa terdahulu. Audit tersebut mengendus adanya penggelembungan harga beli transaksi yang merugikan keuangan perbankan sentral secara drastis.
Pihak kejaksaan memaparkan tindakan penahanan Matolcsy bermuara pada aktivitas sejumlah yayasan bentukan bank sentral tahun 2014 silam. Organisasi tersebut mengelola dana publik bernilai US$817,8 juta (setara Rp14,72 triliun) dari surplus selisih kurs valuta asing.
Jaksa menyebut entitas ekuitas swasta kelolaan Optima Investment Ltd menyepakati pinjaman efek rekayasa pada hari pemungkas masa dinas Matolcsy. Manuver ini dirancang demi melimpahkan hak kendali yayasan kepada komplotan khusus agar terus menyetir pengaruh Matolcsy usai purnatugas.
"Dengan tujuan memungkinkan (Matolcsy) dan putranya melakukan investasi dengan aset tersebut sesuai dengan tujuan mereka masing-masing guna mendapatkan keuntungan," beber penuntut umum.
