Dorong UMKM Semarang Tembus Pasar Global, Firnando Ganinduto Beri Pembekalan Ekspor

Posted on
banner 336x280

Penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi kunci utama dalam membuka pintu perdagangan internasional.

SEMARANG – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Semarang memperoleh pelatihan intensif terkait kiat menembus pasar luar negeri. Sosialisasi ini diinisiasi oleh Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto yang berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di sela agenda masa reses.

Agenda pelatihan tersebut mengupas tuntas berbagai aspek krusial yang diperlukan pelaku bisnis untuk mengawali kegiatan ekspor. Materi mencakup pemenuhan syarat administratif serta perizinan, pemetaan produk potensial, pemilihan destinasi ekspor, hingga kemudahan pembiayaan. Program ini dirancang guna mendukung sektor UMKM dalam melebarkan sayap bisnis dari kancah domestik menuju pasar global.

“Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar UMKM dari skala lokal dan nasional menuju pasar internasional,” ujar Firnando lewat keterangan resminya, Jumat (6/11/2026).

Firnando menjelaskan bahwa periode reses parlemen yang bergulir sampai 9 November 2026 ini dimaksimalkan untuk menghadirkan pembinaan langsung bagi konstituen. Upaya edukasi semacam ini dinilainya menjadi instrumen efektif demi memberikan dampak positif riil bagi masyarakat di daerah pemilihannya.

Di samping persoalan UMKM serta edukasi, Firnando juga mendampingi kalangan petani terkait prosedur pengusulan pupuk bersubsidi. Pihaknya mengingatkan kelompok tani agar mencermati regulasi penetapan kuota penerima subsidi pupuk resmi pemerintah, termasuk syarat batas kepemilikan area tanam paling luas dua hektare.

Pada kesempatan serupa, masyarakat yang hadir langsung dihimpun identitasnya untuk didaftarkan sebagai calon daftar penerima alokasi pupuk bersubsidi.

Firnando pun membuka peluang bagi warga yang memerlukan sokongan pembangunan infrastruktur fisik di luar anggaran APBN, seperti renovasi rumah ibadah serta sarana pendidikan. Dirinya mendorong publik melayangkan proposal sesuai jalur legal.

“Untuk mengajukan usulan sesuai prosedur yang berlaku demi mempererat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

UMKM Semarang Dibekali Strategi Ekspor untuk Tembus Pasar Global

Kepemilikan Saham Minoritas Tak Berarti Punya Kendali di Perusahaan Sekuritas

TKDN Mobil Listrik Naik Jadi 60 Persen, Indef Ingatkan Hal Ini

TEI 2026 Catat 45 Ribu Pengunjung dari 151 Negara

Kredit UMKM Tumbuh Tipis, Ekonom Minta Bank Ubah Cara Menilai Debitur