Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan paket benih sayuran dan tanaman obat bernilai Rp250 juta bagi 65 posyandu di 13 kabupaten/kota demi memperkuat kemandirian konsumsi pangan rumah tangga.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan mengucurkan stimulus bibit tanaman hortikultura dan obat-obatan senilai total Rp250 juta. Sarana tanam tersebut diserahkan kepada 65 posyandu di seluruh 13 kabupaten/kota guna memaksimalkan produktivitas pekarangan serta membangun ketahanan gizi keluarga secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Hortikultura DPKP Kalsel, Amir Sahlan, di Kota Banjarbaru, Selasa, memaparkan inisiatif ini sebagai bentuk sokongan bidang agribisnis bagi fungsi pelayanan posyandu. Langkah ini utamanya ditargetkan untuk membantu pemenuhan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada urusan perumahan serta permukiman warga.
“Sepanjang 2026 kami membantu posyandu di 13 kabupaten/kota, masing-masing lima posyandu. Bantuan yang diberikan berupa bibit tanaman sayuran dan tanaman obat,” ujar Amir.
Rincian Dana Serta Jadwal Distribusi
Amir merinci lebih lanjut, tiap-tiap wilayah kabupaten maupun kota menerima kucuran dana berkisar Rp19,25 juta untuk pengadaan aneka bibit tanaman. Dengan demikian, akumulasi pendanaan keseluruhan kegiatan ini terhitung genap Rp250 juta bagi kawasan target di Kalimantan Selatan.
Proses penyerahan bibit secara seremonial telah dituntaskan di kawasan Kabupaten Tabalong serta Kabupaten Kotabaru beberapa pekan sebelumnya. Rencana berikutnya, distribusi bibit ke lima posyandu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan diagendakan berlangsung pada 29 Oktober, sementara daerah lain menyusul sesuai penetapan jadwal.
Variasi Tanaman dan Pemberdayaan Petugas
Amir menguraikan, langkah pemberdayaan ini menempatkan para kader posyandu sebagai garda terdepan guna menggerakkan pemanfaatan tanah pekarangan lewat budi daya tanaman bergizi. Pasokan flora tersebut mencakup bibit cabai, tomat segar, seledri, rimpang kunyit, jahe, pohon jeruk nipis, dan aneka jenis lainnya.
“Kami berharap tahap awal ini kader posyandu terlebih dahulu melakukan penanaman bibit yang diberikan. Ke depannya, mereka bisa mengedukasi masyarakat agar turut menanam di pekarangan rumah masing-masing,” katanya.
Amir menegaskan, pemanfaatan ruang pekarangan tidak cuma difokuskan pada bagian depan pekarangan tempat tinggal. Bagian samping kediaman, pekarangan belakang, atau sudut bidang tanah lain yang potensial dapat diberdayakan secara optimal untuk penyediaan bahan makanan dapur serta apotek hidup keluarga.
Amir menaruh harapan agenda penanaman ini sanggup terus berkesinambungan dan menjangkau wilayah lebih luas pada periode mendatang lewat kontribusi anggaran daerah kabupaten/kota. Harapannya, institusi posyandu bukan sebatas wahana pemantauan kesehatan, melainkan turut menjadi wadah pembelajaran bercocok tanam demi memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kalsel.





