Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan kesiapan kubunya menanggung segala konsekuensi politik apabila ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) ditingkatkan sampai 7 persen. Bagi dirinya, potensi kegagalan mengirimkan wakil ke DPR RI merupakan harga wajar demi terwujudnya sistem tata kelola demokrasi yang berjalan kian mangkus.
Pandangan terbuka itu dilontarkan Surya kala berada di NasDem Tower, kawasan Jakarta, pada Sabtu malam (19/9/2026). Ia membeberkan bahwa NasDem senantiasa setia mengusulkan pertambahan PT dari satu pemilu ke pesta demokrasi berikutnya. Ketetapan hati ini murni berakar pada niat perampingan jumlah fraksi parpol pada lembaga legislatif.
“Dari pemilu ke pemilu memang NasDem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Saya harus katakan sejujurnya memang itu,” cetus Surya.
Figur pimpinan NasDem itu menimbang, kehadiran kelompok perwakilan yang kian ramping bakal memperlancar stabilitas perpolitikan secara menyeluruh.
“Pertimbangan kita adalah selected partai. Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi di negeri ini, menurut pandangan kami,” paparnya.
Walau begitu, Surya paham betul bahwasanya pemikiran tersebut belum tentu sejalan dengan aspirasi kekuatan politik lainnya. Dirinya tetap menaruh rasa hormat atas ragam suara yang berkembang dalam perdebatan ambang batas parlemen.
“Belum berarti pandangan ini absolut benar ya di mata kawan-kawan lain, dan kami menghargai juga perbedaan itu,” imbuhnya.
Terkait gagasan tersebut, NasDem menyodorkan batas persentase 7 persen. Surya tidak menampik patokan nominal tersebut sesungguhnya menyimpan ancaman nyata bagi nasib internal partainya sendiri.
“NasDem mengusulkan 7 persen, walaupun surveinya NasDem 4 persen. Jadi NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi,” ucap Surya.
Kepentingan Sistem Politik di Atas Kepentingan Partai
Ia menambahkan, ketetapan menghadapi kerugian elektoral merupakan bukti nyata bahwa NasDem menempatkan masa depan sistem kenegaraan melampaui kepentingan sempit golongan.
“Itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai,” tandasnya.
Kendati demikian, Surya memastikan pihaknya sama sekali tidak memaksakan patokan 7 persen tersebut sebagai keputusan mutlak. Formula itu sebatas usulan pembuka yang siap didiskusikan secara fleksibel dengan sesama kontestan pemilu.
“Enggak bersikeras kali. Usulan pertama 7%. Kawan-kawan lain boleh berbicara ya,” tutup Surya.
Simak terus laporan teranyar dan kredibel hanya melalui Berita Liputan6








