Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding faktor imigrasi sebagai biang keladi di balik gelombang kerusuhan demonstrasi di Prancis. Dirinya turut meminta pemerintah setempat segera memberlakukan pembatasan migrasi yang lebih ketat.
"Prancis sedang terbakar! Imigrasi orang-orang dari dunia yang sama sekali berbeda, orang-orang dengan kebencian di hati mereka, telah menghancurkan negara yang dulunya hebat itu," tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya, dilansir Senin (19/10/2026).
"Tutup perbatasan kalian dan ambil kendali, sebelum terlambat!"
Hingga hari Minggu, Prancis masih merasakan dampak parah akibat kehancuran massal pada aksi unjuk rasa tempo hari. Kericuhan tersebut mengakibatkan sebuah gedung balai kota bersejarah ludes terbakar serta berujung pada penahanan 1.800 demonstran.
Kondisi genting ini kian memperberat posisi Presiden Emmanuel Macron, tepat enam bulan sebelum berlangsungnya pemilu suksesi kepemimpinan. Pernyataan Trump tersebut menyusul pandangan senada yang sebelumnya dilontarkan Wakil Presiden JD Vance pada Sabtu kemarin.
"Kaum liberal Barat mendatangkan 'dunia ketiga' ke Prancis dan negara-negara lain atas nama keberagaman dan welas asih. Mereka mengabaikan pertanyaan mendasar mengenai asimilasi dan kecocokan. Mereka sudah diperingatkan bahwa hal ini akan terjadi, namun mereka tidak mendengarkan," ungkap Vance lewat media sosial X.
"Saya berdoa agar Prancis, negara yang indah dengan penduduk yang luar biasa, dapat menghentikan kegilaan ini sebelum lebih banyak lagi bangunan bersejarahnya yang terbakar," sambung Vance.
Vance, yang digadang-gadang maju pada pemilu presiden 2028, turut menghubungkan dinamika tersebut dengan pemilu paruh waktu Kongres pada 3 November mendatang, di mana Partai Republik diprediksi bakal menghadapi hasil yang kurang memuaskan.








