Daftar Negara Paling Damai Global 2026: Posisi Indonesia Mengalami Penurunan

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Kondisi ketenangan global semakin menurun, terutama dipicu oleh meluasnya bentrokan militer bersenjata. Catatan tersebut diungkapkan melalui rilisan riset Global Peace Index (GPI) 2026 oleh Institute for Economics & Peace.

Kajian mendalam ini membedah taraf ketenteraman pada 163 wilayah merdeka serta negara yang merepresentasikan total 99,7 persen dari warga bumi.

Riset tersebut menerapkan 23 instrumen kualitatif serta kuantitatif guna menakar situasi damai lewat tiga pilar utama: Keamanan serta Keselamatan Publik, Konflik Domestik juga Global yang Sedang Berjalan, hingga Derajat Militerisasi.

Kawasan Paling Aman di Jagat Raya

Laporan Global Peace Index 2026 menobatkan Islandia (nilai 1.161) selaku kawasan paling tenteram di dunia selama 19 tahun secara tanpa henti.

Peringkat Islandia ditopang oleh absennya tentara reguler permanen, minimnya kasus kriminalitas, dan rekatnya solidaritas antarwarga.

Urutan berikutnya diraih Selandia Baru (1.161), Swiss (1.363), Slovenia (1,369), beserta Irlandia (1.371).

Sebaliknya, Rusia dinobatkan selaku wilayah paling berbahaya, dibuntuti Sudan, Republik Demokratik Kongo, Ukraina, dan Israel yang menggenapi lima posisi buncit.

Peta Kekuatan Asia Tenggara

Di kawasan ASEAN, Singapura berhasil unggul dengan angka (1.435). Secara mendunia, Singapura berada pada urutan ke-8 dari total 163 negara, menjadikannya terdepan di seantero Benua Asia.

Berikut perincian jenjang perdamaian kawasan Asia Tenggara versi riset Global Peace Index 2026:

1. Singapura, nilai 1.435
2. Malaysia, nilai 1.513
3. Timor Leste, nilai 1.681
4. Vietnam, nilai 1.738
5. Laos, nilai 1.846
6. Indonesia, nilai 1.918
7. Kamboja, nilai 2.075
8. Thailand, nilai 2.089
9. Filipina, nilai 2.092
10. Myanmar, nilai 2.911

Indeks Kedamaian Nusantara Terjun

Indonesia bersama Thailand mengalami kemerosotan drastis terkait ketenteraman berdasarkan laporan GPI 2026 ini.

Kalkulasi nilai keseluruhan milik Nusantara terpangkas sampai 2,5 persen, alhasil terlempar menuju tangga 69 internasional.

Kemunduran peringkat Nusantara disebabkan anjloknya pilar ketertiban juga perlindungan hingga lima persen, ditambah memburuknya instrumen turbulensi politik serta ancaman intimidasi kekuasaan.

Sementara posisi Thailand melemah 2,4 persen sehingga menduduki urutan 101 dunia, terimbas memburuknya efek teror serta meningkatnya korban jiwa dari perselisihan domestik.