Cek Rincian Harga BBM Pertamina, Shell, dan Vivo Terbaru per 1 Oktober 2026

Posted on
banner 336x280

Berikut rincian menyeluruh tarif bahan bakar minyak (BBM) kategori nonsubsidi maupun subsidi di jaringan SPBU Tanah Air.

JAKARTA — Banderol bahan bakar minyak di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) domestik terpantau stabil pada Kamis (1/10/2026). PT Pertamina (Persero) memutuskan mempertahankan banderol Pertalite senilai Rp 10.000 setiap liternya, serta mematok Pertamax sebesar Rp 15.950 per liter bagi area DKI Jakarta beserta beberapa area sekitarnya.

Kondisi serupa terlihat di SPBU milik swasta yang terpantau belum merombak tarif dagangnya secara signifikan. Shell terpantau tetap memasarkan tipe Shell V-Power Diesel seharga Rp 25.420 per liter. Pada saat yang sama, SPBU Vivo melepas Revvo 92 senilai Rp 16.130 per liter, produk Revvo 95 di angka Rp 19.330 per liter, serta komoditas Diesel Primus sebesar Rp 25.420 per liter.

Stabilitas harga domestik ini berlangsung di tengah kecenderungan naiknya harga minyak mentah internasional pada sesi akhir September. Berdasarkan laporan Reuters, komoditas minyak global melonjak kurang lebih 1 dolar AS per barel pada Rabu (30/9/2026), dipicu oleh mandeknya negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta kondisi pasokan bahan bakar di AS yang kian mengetat.

Surat kontrak minyak jenis Brent untuk jadwal pengantaran November yang kedaluwarsa pada sesi penutupan itu menanjak 91 sen atau setara 0,9 persen ke level 103,50 dolar AS per barel. Selain itu, kontrak pengiriman Brent periode Desember yang pergerakannya lebih aktif ikut naik 1,87 dolar AS atau 1,9 persen mencapai posisi 98,03 dolar AS per barel.

Sementara varian West Texas Intermediate (WTI) produksi AS terangkat 1,04 dolar AS atau 1,2 persen menuju angka 90,42 dolar AS per barel. Mengacu pada lonjakan tersebut, Brent secara keseluruhan membukukan reli sekitar 14 persen sepanjang September, sementara acuan WTI tercatat terkerek kira-kira 5 persen.

Tarif BBM Pertamina

Mengacu pada tinjauan daftar harga teranyar per 1 Oktober, Pertamina memilih tidak memberlakukan perubahan nominal pada jajaran BBM nonsubsidi. Penetapan angka penjualan saat ini terpantau masih menginduk pada regulasi resmi yang diterapkan semenjak permulaan September 2026.

Khusus zona DKI Jakarta, bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite tetap ditawarkan Rp 10.000 per liter. Adapun produk Biosolar yang mendapatkan alokasi subsidi pemerintah dibanderol dengan harga Rp 6.800 per liter.

Terkait kategori nonsubsidi, Pertamax dipasarkan Rp 15.950 per liter. Bahan bakar Pertamax Turbo dilepas Rp 19.600 per liter, Pertamax Green 95 dilego Rp 19.150 per liter, Dexlite dipatok Rp 23.700 per liter, serta Pertamina Dex dihargai Rp 25.200 per liter.

Banderol Pertamina pada wilayah luar Jakarta dapat berbeda lantaran penyesuaian PBBKB. Merujuk data 1 Oktober, Pertamax dijual Rp 15.150 per liter di wilayah FTZ Batam, Rp 16.300 per liter di kawasan Sumatra dan Indonesia Timur, serta Rp 16.650 per liter pada area Sumatra lainnya dan Kalimantan.

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell, dan Vivo Per 1 Oktober 2026

Jakarta Running Festival Digelar 24-25 Oktober, Peserta Digratiskan Naik Transportasi Publik

Bahas RUU LLAJ, Menhub Ungkap Usulan Pemerintah

Telkom Punya Dirut Baru, Langsung Bergerak Spin-Off InfraCo

Transaksi Kripto Capai Rp171 Triliun, Literasi dan Perlindungan Konsumen Jadi Tantangan