Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna mengintegrasikan materi literasi keuangan digital ke dalam kurikulum pembelajaran demi menanamkan kesadaran bahaya finansial sejak dini.
Langkah kolaboratif ini dikukuhkan lewat peresmian nota kesepahaman bersama antara perwakilan OJK serta Kemendikdasmen pada hari Kamis (24/9).
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Dicky Kartikoyono, memaparkan program ini direalisasikan menggunakan Bahan Ajar Literasi Keuangan Fase E serta F yang diaplikasikan langsung pada rangkaian aktivitas belajar mengajar para murid di ruang kelas.
Materi pengajaran komprehensif tersebut disusun mencakup tiga cabang pelajaran utama di sekolah, yaitu bidang studi ekonomi, matematika, hingga modul kegiatan kokurikuler.
"Bahwa kita ke depan akan bisa menyelipkan pemahaman mengenai ekosistem keuangan digital dalam kurikulum kita. Ini sangat penting. Betapa besar risiko yang kita hadapi di sistem keuangan ketika kita tidak bisa memahami bagaimana sebenarnya bisnis model yang ada di ekosistem ekonomi keuangan digital," papar Dicky ketika menghadiri agenda Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 di gedung Kemendikdasmen, kawasan Jakarta Pusat, Kamis (24/9).
Dicky menyoroti fakta miris bahwa setiap harinya publik masih terus diterpa persoalan korban jeratan pinjaman online, praktik judi online, kejahatan scam, hingga penipuan fraud yang menyusup ke sektor finansial nasional. Realitas buruk ini memicu OJK terus membenahi keamanan sistem moneter dan mendongkrak wawasan masyarakat luas secara berkelanjutan.
Selain itu, Dicky meyakini peserta didik yang sejak belia mendapatkan pembekalan ilmu keuangan bakal tumbuh jauh lebih produktif berkat pemahaman manajerial yang matang, sehingga pada akhirnya sanggup memberikan kontribusi nyata bagi laju pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kita ingin generasi muda yang cakap, bijak, produktif dan terlindungi. Cakap karena memahami keuangan, bijak karena mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, produktif karena pengetahuannya dapat menyertakan nilai tambah, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan terlindungi karena memahami hak, memahami resiko," imbuhnya secara terperinci.
Pada agenda yang sama, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menguraikan bahwa penerapan Bahan Ajar Literasi Keuangan Fase E dan F ini hadir dalam wujud buku bacaan khusus rancangan OJK bersama jajaran pakar, yang dapat diunduh tanpa dipungut biaya melalui platform Rumah Pendidikan.
"Jadi kami punya layanan namanya Rumah Pendidikan yang di situ, di dalamnya salah satunya adalah ruang di mana kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat mengakses buku-buku secara gratis, baik buku mata pelajaran atau buku teks maupun buku-buku pendukung atau buku-buku non-teks. Salah satunya adalah buku tentang literasi keuangan syariah yang disusun oleh OJK," tutup Mu’ti.
