Bongkar Modus Beras Fortifikasi Palsu, Mentan Amran Surati Kapolri dan Mendagri Tito

Posted on
banner 336x280

Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman membeberkan kerugian finansial negara yang menyentuh Rp89 triliun akibat skandal penyelewengan komoditas beras fortifikasi.

Amran secara lugas menyebut adanya keterlibatan sindikat mafia pangan pada penyimpangan komoditas tersebut. Pelaku menerapkan siasat menjual bahan pangan murah bagi warga miskin dengan lonjakan banderol selangit.

banner 468x60

"Beras fortifikasi adalah beras yang diberikan Vitamin B12 Itu untuk fakir miskin dengan harga Rp13.500, tapi dijual Rp56.000. Itu palsu penipuan, kenapa beras biasa harganya Rp13.500 tapi dijual Rp56.000," ujar Amran kepada para jurnalis di kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Tindakan manipulatif tersebut diproyeksikan Amran memicu kebocoran uang negara mencapai Rp89 triliun sepanjang 2026, sehingga ia berkomitmen menuntaskan kasus itu hingga tuntas.

"Untungnya berapa Rp40.000 lebih per kilo dan kerugian rakyat Penipuan dilakukan terhadap rakyat Rp89 triliun untuk tahun ini. Ini kita harus bereskan dan itu perintah Bapak Presiden, Pak Mentan jangan beri ruang mafia bermain di tengah rakyat kecil," ucap Amran.

Otoritas pemerintah menolak membiarkan kecurangan serupa kambuh kembali di pasar. Ia mendesak adanya langkah hukum keras menyasar oknum yang mengerek harga demi menindas kepentingan publik.

Amran menerangkan kementeriannya telah mengirimkan surat resmi kepada Kepala Kepolisian RI demi memperkuat sinergi pemberantasan mafia beras.

"Udah kami sangat yakin beliau (Menter Dalam Negeri Tito Karnavian). Makanya kami sudah menyurat Pak Kapolri dan Pak Mendagri kolaborasi. Ini harus diberesin. Ini menyesengsarakan rakyat kecil," tutupnya.

banner 336x280