BCA Tegaskan Isu Akuisisi Saham oleh Haji Isam Tidak Benar

Posted on
banner 336x280

Manajemen BCA meminta nasabah beserta publik luas untuk selalu menyaring kabar lewat kanal resmi perseroan.

JAKARTA — Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan rumor terkait kabar pengambilalihan kepemilikan emiten BBCA oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yang marak diperbincangkan di platform media sosial.

banner 468x60

“Merespons rumor yang berkembang di jagat maya mengenai agenda aksi korporasi tertentu terhadap entitas perseroan, ditegaskan bahwa kabar yang beredar tersebut sama sekali tidak berdasar,” ujar Hera F. Haryn selaku EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Hera mengingatkan masyarakat dan para nasabah setia agar selalu merujuk pada saluran berita formal yang kredibel serta situs resmi milik perseroan guna memperoleh informasi sahih.

Manajemen bank swasta terbesar ini turut menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian, menjaga integritas tinggi, dan patuh terhadap seluruh koridor perundang-undangan.

Untuk diketahui, porsi mayoritas kepemilikan saham BBCA saat ini dikuasai PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) lewat kepemilikan sebanyak 67,73 miliar lembar atau setara porsi 54,94 persen.

Sementara kepemilikan publik tercatat sebesar 44,64 persen, terbagi atas kepemilikan saham warkat sebesar 2,51 persen dan saham nonwarkat yang mendominasi sebanyak 42,13 persen.

Pergeseran struktur kepemilikan pada level pengendali terakhir baru saja tercatat usai wafatnya Bambang Hartono, selaras dengan pengumuman keterbukaan informasi emiten tertanggal 31 Juli 2026.

Pada masa sebelumnya, duet Robert Budi Hartono dan mendiang Bambang Hartono memegang saham penuh pada PT DIA yang memposisikan keduanya sebagai entitas pengendali terakhir perseroan.

Setelah wafatnya Bambang Hartono, kendali tunggal PT DIA beralih sepenuhnya ke tangan Robert Budi Hartono dengan porsi kepemilikan yang tetap di angka 51 persen. Situasi ini mengukuhkan Robert Budi Hartono selaku pengendali mutlak BCA.

Pada konteks terpisah, figur Haji Isam lewat payung usahanya PT Jhonlin Baratama baru-baru ini menandatangani kesepakatan jual beli bersyarat bersama duet Low Tuck Kwong dan Elaine Low yang memegang kendali mayoritas di PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Kesepakatan jual beli bersyarat tertanggal 16 September 2026 tersebut mengatur rencana divestasi 10.000.000.500 lembar saham biasa atau mewakili 30 persen porsi saham BYAN kepada pihak Jhonlin Baratama.

Bila seluruh rangkaian transaksi dituntaskan dan syarat terpenuhi, Haji Isam bakal memegang 30 persen dari total modal disetor BYAN sebanyak 33.333.335.000 lembar.

BCA Bantah Isu Akuisisi Haji Isam, Ini Penjelasannya

Dari Warisan Jadi Gaya Kekinian, Shopee Ajak Generasi Muda Rayakan Festival Batik Nusantara

Mercy dan DBS Foundation Dapat Apresiasi Pemerintah, Berdayakan 20 Ribu Perempuan UMKM

SPBU Khusus Petani Pertama di Indonesia Diresmikan di Merauke, Perkuat Dukungan BBM Subsidi

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

banner 336x280