Dokumentasi dari udara kembali memperlihatkan dahsyatnya bencana banjir bandang yang melanda Nepal. Luapan air berarus kencang tersebut menyapu permukiman warga serta berbagai fasilitas infrastruktur penting.
Pemerintah Nepal meminta masyarakat perdesaan segera mengungsi menuju tempat yang lebih aman usai aliran sungai di area tengah negara itu meluap dan merusak bangunan rumah maupun sarana publik pada hari Minggu. Kendati begitu, sampai saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa yang meninggal dunia.
Meski demikian, sebanyak dua orang perempuan bersama tiga laki-laki dikabarkan hilang kontak, berdasarkan keterangan otoritas penanggulangan bencana setempat. Unsur militer mengonfirmasi sebanyak 49 warga lain, termasuk satu warga negara asing yang tidak dirinci kewarganegaraannya, berhasil dievakuasi. Lewat rekaman visual yang viral di jagat maya, tampak perkampungan di kawasan Provinsi Gandaki, Nepal, terendam banjir besar sesudah terjangan air bah melanda kawasan tengah Nepal.
Melansir laporan Reuters pada Senin (11/10/2026), bencana tanah longsor menerpa area desa Chumnubri, distrik Gorkha, berkisar 100 kilometer (62 mil) arah barat Kathmandu. Insiden itu membendung aliran Sungai Budhi Gandaki sehingga menimbulkan luapan air di wilayah hilir. Budhi Gandaki merupakan bagian anak sungai dari Sungai Trishuli. Area ini berada di sisi hilir anak sungai lain tempat insiden runtuhnya gletser memicu banjir bandang mematikan pada Agustus lalu yang merenggut nyawa 1.457 korban, sementara ribuan jiwa lainnya belum ditemukan.
Berdasarkan data Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana, bencana alam itu menenggelamkan belasan hunian penduduk dan sepasang jembatan gantung. Arus banjir turut merusak area perkemahan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta menghanyutkan perlengkapan konstruksi. “Aliran sungai yang meluber dengan membawa endapan lumpur pekat terus melambung tinggi, bahkan telah memutuskan jembatan jalan raya yang menjadi akses penghubung Gorkha menuju distrik sebelahnya, Dhading,” jelas kepala badan penanggulangan tersebut, Dharam Raj Uprety.
Di waktu yang sama, pihak berwenang mengeluarkan peringatan darurat bagi segenap warga yang bermukim di pesisir sungai wilayah distrik Gorkha, Tanahun, Chitwan, Nawalparasi Timur, hingga Nawalparasi Barat terkait ancaman tersebut. “Harap membantu proses evakuasi penduduk di kawasan rawan bencana ke zona terlindung secepatnya, serta dukung upaya pencarian maupun penyelamatan apabila situasi mendesak,” sebut rilis resmi Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana lewat media sosial.
