Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan keyakinan dirinya kian bertambah kuat dalam memimpin Tanah Air setelah meninjau torehan prestasi kabinetnya yang belum mencapai usia dua tahun. Keberhasilan merealisasikan swasembada pangan nasional menjadi keliru satu capaian primer yang amat dibanggakannya.
Pernyataan bernada optimis itu dilontarkan oleh Prabowo di sela agenda resepsi peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada hari Sabtu (19/9/2026).
Di hadapan para hadirin, Presiden menegaskan jika rasa percaya dirinya berlandaskan bukti nyata di lapangan. Ia memaparkan bahwa jajaran kabinet telah memperlihatkan hasil positif yang konkret lewat kerja keras tanpa henti.
"Saya sekarang berdiri di depan rakyat Indonesia, saya sekarang tambah percaya diri. Kenapa saya percaya diri?" ujar Prabowo.
Kepala Negara setelah itu memaparkan bahwasanya roda kepemimpinannya sebenarnya masih berjalan di bawah dua tahun penuh. Kendati tergolong singkat, dirinya mengklaim sederet target besar sukses diwujudkan bersama kontribusi aktif para menteri, gubernur, jenderal, serta seluruh komponen pendukung pemerintah.
"Saya percaya diri karena sekarang kita buktikan kita bukan pemimpin yang omong-omong saja," tegasnya.
Prabowo Menegaskan Swasembada Pangan Berhasil Digapai
Prabowo menguraikan, salah satu komitmen mulia yang konsisten ia kawal selama bertahun-tahun lamanya yaitu mewujudkan kemandirian pangan nasional. Baginya, kesanggupan sebuah negara memproduksi konsumsi rakyatnya secara mandiri ialah pilar fundamental bagi kemerdekaan juga kedaulatan Ibu Pertiwi.
Dirinya secara lugas melontarkan klaim bahwa saat ini Indonesia sudah sukses menggapai status swasembada pangan.
"Saya kira sudah bisa merasakan bahwa yang saya perjuangkan bertahun-tahun, swasembada pangan. Tidak ada negara yang berhasil, tidak ada negara yang merdeka kalau dia tidak bisa menghasilkan untuk bangsanya sendiri," kata Prabowo.
"Dan alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri," lanjutnya.
Klaim Presiden selaras terhadap catatan resmi pemerintah terdahulu, yang merilis fakta bahwa Indonesia telah merengkuh swasembada pada delapan komoditas utama, mencakup beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Kesiapan Tangkal Ancaman Krisis Pangan Dunia
Prabowo memandang capaian swasembada bahan pangan bertambah mendesak di tengah pusaran geopolitik internasional yang sarat friksi serta ketidakpastian. Ia memberi peringatan serius agar Indonesia tidak menggantungkan suplai pangan pokok pada negara asing.
Menurut pandangannya, ketahanan pangan yang berdaulat adalah instrumen krusial dalam memperkokoh pertahanan nasional.
"Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita," ucapnya.
Prabowo pun menjamin cadangan logistik nasional berada pada posisi aman sekaligus telah mengantisipasi dampak anomali iklim ekstrem, termasuk ancaman El Nino dan kemarau berkepanjangan.
"Alhamdulillah, swasembada pangan sudah. Cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah mengantisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan. Kita siap," tuturnya.
Tautkan Kedaulatan Pangan demi Martabat Bangsa
Lebih jauh, Prabowo menekankan bangsa yang disegani mesti berdikari memenuhi konsumsi domestik. Kemandirian bahan pokok dipandangnya mampu menghindarkan Nusantara dari posisi tawar yang rentan di hadapan bangsa-bangsa dunia.
Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan jajarannya dilarang cepat puas kendati target-target fundamental mulai terpenuhi.
"Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," pungkas Prabowo.
Dalam pidato tersebut, Prabowo turut menyinggung program swasembada energi, seperti pemanfaatan biosolar kelapa sawit via skema B50. Pemerintah sebelumnya sudah mematok penghentian impor bahan bakar solar per 1 Juli 2026 demi mempercepat kedaulatan energi Tanah Air.
