Menteri Koordinator Bahlil Lahadalia menginstruksikan seluruh pegawai Kementerian ESDM agar berani memprioritaskan kepentingan masyarakat luas dibanding tunduk pada tekanan pelaku usaha dalam tata kelola energi dan pertambangan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan arahan mendalam kepada aparatur Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) supaya senantiasa berpihak kepada kepentingan masyarakat. Amanat penting tersebut diutarakannya secara langsung saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi Ke-81 di Jakarta pada hari Jumat.
Bahlil menggarisbawahi bahwa pada kondisi paling menantang sekalipun, para pegawai ESDM tidak boleh bimbang memperjuangkan nasib masyarakat kecil. "Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat," ucap Bahlil dalam pernyataan resminya.
Ia memaparkan bahwa momentum peringatan ke-81 tahun ini bukan sekadar penanda waktu di kalender semata. Dirinya mengingatkan bahwa institusi Kementerian ESDM lahir beriringan dengan kelahiran Republik Indonesia pada 28 September 1945, yang memikul amanah luhur konstitusi lewat Pasal 33 UUD 1945 demi mewujudkan kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.
Dukungan bagi UMKM serta Penegakan Regulasi
Bahlil menuturkan contoh konkret komitmen keberpihakan itu pada penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan. Dirinya mengakui regulasi tersebut menuai gelombang kritik dari korporasi raksasa. "Saya tahu banyak perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?" serunya lugas.
Selain itu, mantan Kepala BKPM ini meminta para pelaku usaha tambang taat pada tanggung jawab domestik, meliputi kewajiban pascatambang, reklamasi lingkungan, dan keselamatan kerja. Kepada segenap jajaran di Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Bahlil berpesan agar tidak gentar menghadapi siasat pengusaha nakal. "Tegakkan aturan, disiplinkan aturan," pintanya.
Target Penuntasan Aliran Listrik Pedesaan 2029
Semangat pembelaan serupa dituntut hadir pada bidang kelistrikan. Kendati angka rasio elektrifikasi tanah air telah berada di level 99,85 persen, Bahlil menyoroti realitas bahwa sekitar 11 ribu dusun serta desa pelosok masih gelap gulita belum menikmati setrum. Ia menegaskan seluruh wilayah target tersebut harus tuntas teraliri listrik dengan berbagai metode.
Khusus tahun berjalan, inisiatif listrik perdesaan digulirkan menuju 2.065 titik, dengan sasaran besar agar seluruh keluarga di Indonesia dapat menikmati fasilitas listrik merata pada tahun 2029. Bahlil pun mengapresiasi kinerja internal di mana aduan masyarakat mengenai birokrasi mulai surut, seraya mengingatkan para staf untuk tidak mandek pada lembar perencanaan.
Menutup momentum Hari Jadi Pertambangan dan Energi Ke-81, Bahlil mengajak segenap keluarga besar ESDM mengukuhkan tekad menjaga rekam jejak para pendahulu, memegang integritas, berani mengambil keputusan strategis, serta menyelesaikan setiap target kerja. Langkah ini dibutuhkan supaya potensi sumber daya alam benar-benar menghadirkan kemandirian energi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.






