Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengendus adanya pihak luar yang mencoba memecah kekompakan di tubuh partainya saat proses penelusuran kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto bergulir. Ia pun menyerukan kepada segenap jajaran pengurus dan kader supaya tidak terpancing provokasi serta terus mengokohkan keutuhan partai.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bahlil sewaktu menyampaikan pidato pada agenda pelantikan jajaran pengurus DPD Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).
Bahlil berprasangka kabar angin perihal dugaan penyadapan sengaja dipolitisasi oknum tak bertanggung jawab guna merusak harmoni di tubuh Golkar. Dirinya mewanti-wanti kader agar jangan sampai terombang-ambing oleh berbagai isu simpang siur yang tengah berkembang.
“Hati-hati, kita mau dimain-mainkan nih, hati-hati. Mereka sedang menguji kekompakan kita,” ucap Bahlil menegaskan.
Dirinya menuturkan, proses penguatan barisan pengurus Golkar saat ini berada dalam kondisi solid dan tidak boleh digoyahkan taktik pecah belah. Ia memastikan pantang menarik langkah mundur melawan anasir yang berniat merusak stabilitas partainya.
“Saya tidak akan mundur sejengkal pun untuk menghadapi orang-orang yang ingin merusak. Jangan uji nyali kita,” tandasnya penuh keyakinan.
Di hadapan kader, Bahlil pun membongkar fakta bahwa ia sempat mendapatkan rentetan teror teks lewat aplikasi WhatsApp. Walau begitu, ia enggan merinci identitas si pengirim beserta substansi intimidasi yang diterimanya itu.
“WA ke saya itu banyak sekali. Ya, ada semacam nada sedikit, ya, ada ancam-ancam dikit,” bebernya.
Kendati demikian, pria yang kini memimpin beringin ini tak gentar sedikit pun menyikapi beragam intimidasi itu. Bahlil mengingatkan kembali jalan hidup masa mudanya yang terbiasa ditempa berbagai kesusahan semenjak masa sekolah menengah pertama.
“Saya ini bukan lahir di ruangan AC. Saya ini sejak SMP kelas 1 sudah tahu bagaimana cara hidup susah di terminal,” ungkapnya.
Sinyal Ancaman Keras untuk Provokator
Ia melontarkan gertakan yang sangat tegas menyasar kalangan yang bermaksud memecah soliditas internal maupun ketenangan partainya.
“Jadi orang-orang kayak begini Pak Gub, saya sudah tahu, saya akan hadapi. Jangankan di lubang batu, lubang semut pun saya kejar, saya cari mereka,” tegas Bahlil penuh emosi.
Dalam forum yang sama, Bahlil juga menggarisbawahi urgensi kepatuhan kader terhadap komando pemimpin beserta aturan organisasi. Ia mengingatkan agar jangan sampai kader internal justru ikut campur memicu perpecahan.
“Jadi kalau kita bawahan, taat sama atasan, loyalitas sama atasan, totalitas. Dan itu adalah ciri kita orang timur, bukan ciri pengkhianat, kita enggak ada itu pengkhianat dalam diri kita,” pesannya.
Ia melabeli manuver ini selayaknya praktik divide et impera atau siasat adu domba model lama. Maka dari itu, seluruh kader diwajibkan waspada terhadap potensi intervensi pihak luar.
“Hati-hati kita jangan terprovokasi. Asing sudah mulai masuk,” tutupnya.
Simak terus rangkuman informasi terbaru serta tepercaya hanya di kanal Berita Liputan6.








