Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mendatangi kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada hari Selasa (20/10/2026). Pasangan pemimpin wilayah Jatim tersebut terpantau hadir di gedung kementerian sekitar pukul 13.10 WIB.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan agenda kedatangan para pimpinan provinsi tersebut. Diskusi antarkedua pihak difokuskan pada penguatan distribusi serta pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus bagi kawasan Jawa Timur.
"Penguatan lah penguatan. Kan kita tahu Pulau Jawa ini kan penduduknya terbesar, isu-isunya juga yang terbanyak. Oleh karena itu, apa yang sudah terjadi di Bali jangan lagi terjadi di lokasi-lokasi yang lain. Kan seperti itu," papar Laode ketika ditemui setelah pertemuan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Agenda pertemuan tersebut juga diikuti Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika serta jajaran perwakilan PT Pertamina (Persero), dengan durasi pertemuan di bawah 2 jam. Khofifah beserta Emil terlihat beranjak meninggalkan area kantor sekitar pukul 14.31 WIB.
Laode menerangkan ketersediaan pasokan bahan bakar di Jawa Timur saat ini sebetulnya berada pada status aman, namun penguatan cadangan tetap mendesak dilakukan demi menghindari kelangkaan serupa insiden di Bali tempo hari.
"Tadi khusus Jawa Timur aja. Jawa Timur ini kan masuk MOR 5, Jatim Balinus. Jangan sampai dikirim ke tempat-tempat lain dari sana Jatimnya sendiri tidak terpasok dengan baik. Itu sih," ucapnya menegaskan.
Kendati demikian, Laode mengakui sempat muncul penumpukan antrean pembelian di sejumlah area Jawa Timur, termasuk di kawasan Blitar, Malang, serta Jember. Pihaknya menargetkan kendala pasokan itu dapat terurai maksimal 1 sampai 2 hari ke depan.
"Kondisinya ada. Memang ada beberapa wilayah yang terindikasi ada antrean, seperti di Malang, Jember, Blitar. Tadi kita upayakan agar segera menjadi teratasi," bebernya. "Tapi intinya kita dalam 1-2 hari ini sudah harus tuntas masalah di Jatim. Ya," pungkas Laode.






