Awal Pekan, Rupiah Tergelincir Tipis ke Level Rp17.887 per Dolar AS

Posted on

Kurs rupiah dibuka melemah hingga menyentuh Rp17.887 per dolar AS pada sesi transaksi Senin (5/10) pagi. Posisi mata uang Garuda tersebut terpangkas 5 poin atau tergelincir 0,03 persen bila dibandingkan dengan penutupan hari kerja sebelumnya.

Koreksi tipis mata uang Tanah Air ini terjadi berbarengan dengan laju kurs di kawasan Asia yang cenderung variatif di hadapan dolar AS.

Beberapa mata uang Asia tampak berhasil melaju positif. Penguatan terjadi pada yen Jepang sebesar 0,16 persen, yuan China yang naik 0,02 persen, disusul dolar Hong Kong yang terapresiasi 0,01 persen.

Kendati demikian, sebagian valuta regional lainnya harus tertekan. Won Korea Selatan tercatat merosot 0,23 persen, dolar Singapura turun 0,13 persen, dan peso Filipina menyusut 0,01 persen. Adapun mata uang ringgit Malaysia terlihat cenderung stagnan menghadapi dolar AS.

Secara bersamaan, deretan valuta dari negara-negara maju kompak tergerus melawan dolar AS. Euro Eropa terpangkas 0,21 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,04 persen, dolar Australia melemah 0,07 persen, dolar Kanada terkikis 0,11 persen, serta franc Swiss anjlok 0,4 persen.

Analis pasar uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa pergerakan mata uang garuda memiliki ruang untuk mengalami kenaikan tipis terhadap dolar AS sepanjang sesi ini.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia oleh rencana pelepasan cadangan oleh negara G7. Namun penguatan diperkirakan terbatas oleh imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Dirinya memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp17.800 sampai Rp17.850 per dolar AS.