Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi menyerahkan penghargaan Benyamin S Award (BSA) 2026 yang berlangsung di Hotel Pullman, kawasan Jakarta Pusat, pada hari Jumat (30/10/2026). Penganugerahan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan nyata atas dedikasi serta kinerja jajaran lurah di wilayah Jakarta.
Pramono memaparkan bahwa tingkat partisipasi kelurahan dalam perhelatan Benyamin S Award kali ini mengalami peningkatan dibanding gelaran sebelumnya. Beliau menaruh asa agar seluruh aparatur kelurahan seantero Jakarta dapat ikut serta berkompetisi dalam program ini pada periode mendatang.
“Seperti kita ketahui tahun lalu Benyamin S Award ini diikuti 27 kelurahan. Sekarang ini meningkat menjadi 52 kelurahan. Tadi Bu Tona menyampaikan harapannya 2029, 267 kelurahan ikut semuanya. Kelamaan, Bu. Saya minta tahun depan harus ikut semua,” tutur Pramono saat membawakan sambutan di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
Pramono kembali menekankan instruksinya bahwa tiap pemimpin kelurahan tanpa terkecuali wajib ambil bagian dalam ajang penghargaan bergengsi itu di tahun depan.
“Jadi semua harus ikut,” tegas Pramono.
Tak sekadar penghargaan biasa, Pramono juga menyiapkan bonus apresiasi istimewa kepada 10 orang aparatur yang sukses menembus babak finalis Benyamin S Award 2026. Para finalis terpilih tersebut bakal memperoleh kesempatan berharga untuk menempuh program studi ke luar negeri.
“Dan 10 tadi yang menjadi peserta finalis, Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan kesempatan kepada Saudara-saudara untuk belajar ke luar negeri. Supaya apa? Supaya cara pandang, cara berpikirnya itu juga mengalami perubahan,” ucap Pramono menerangkan.
Pramono menilai bahwa agenda penugasan belajar ke mancanegara ini diharapkan mampu memperluas cakrawala pemikiran para finalis. Khususnya dalam mencermati serta mendalami implementasi tata kelola kebijakan publik di level global sebagai bahan refleksi untuk kemudian diterapkan di lingkup DKI Jakarta.
“Karena jangan sampai kemudian melihatnya hanya terhadap dirinya sendiri. Sering kali orang itu menjadi merasa besar karena selalu melihat dirinya sendiri,” jelas Pramono menambahkan.
Dirinya kembali menggarisbawahi bahwa kesepuluh finalis tersebut dipastikan berangkat agar wawasan kepemimpinan mereka semakin terbuka lebar sekaligus mempertajam pola pikir birokrasi daerah.
“Sepuluh-sepuluhnya saya minta untuk diberangkatkan untuk membuka wawasan, cara berpikir, cara pandang, dan minimal kalau ada kesempatan, mulai sekarang belajar bahasa Inggris sedikit-sedikitlah,” kata Pramono berpesan.
Peringkat Jakarta Melesat Menurut Riset Oxford
Di hadapan para tamu, Pramono memaparkan bahwa saat ini Jakarta tengah berbenah keras demi memperkokoh perannya sebagai salah satu kota global terkemuka. Ia mengungkapkan hasil riset Oxford menunjukkan posisi Jakarta melonjak drastis, dari sebelumnya di ranking 300-an kini sukses melesat ke peringkat 140 dari total 1.000 kota dunia.
“Maka momentum ini harus kita jaga bersama. Tadi ketika 10 finalis disebut namanya dan saya agak surprise, dari 10 ada 4 wanita, perempuan. Saya sungguh bahagia artinya betul-betul di Jakarta itu tidak ada perbedaan pemimpin perempuan maupun laki-laki. Apalagi juaranya tadi 2 perempuan 1 laki-laki,” tutup Pramono penuh rasa bangga.
Pada kesempatan serupa, Lurah Utan Kayu Selatan, Ria Handayani, mengungkapkan kebahagiaannya usai wilayahnya dinobatkan sebagai pemenang untuk kategori nyaman. Dirinya membeberkan serangkaian terobosan mutakhir yang telah terealisasi di wilayah kerjanya.
“Alhamdulillah di Kelurahan Utan Kayu Selatan, 14 RW-nya sudah berpredikat Proklim (Program Kampung Iklim secara 100 persen. Lalu banyak inovasi terkait dengan kategori nyaman. Salah satunya adalah portal RW, lalu ada vertical garden, lalu ada CCTV, toa, jalan dari ee batu alam, lalu ada kita ada IoT, dan sebagainya.” beber Ria merinci.
Simak terus rangkuman berita teranyar serta terpercaya hanya di portal Berita Liputan6.





