Alasan BEM UI Gelar Unjuk Rasa di Kawasan Tugu Tani Jakarta Pusat

Posted on
banner 336x280

Jakarta – Sosok Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) periode 2026, Fathimah Azzahra, memaparkan pertimbangan mahasiswa menetapkan area Tugu Tani, Jakarta Pusat, menjadi titik berkumpulnya unjuk rasa gabungan elemen pemuda dan publik, Selasa (20/10/2026).

Ia menerangkan bahwa penentuan tempat tersebut berhubungan erat dengan pokok desakan yang dipandang amat lekat terhadap dinamika kehidupan warga awam, mencakup bencana kebakaran hutan serta lahan (karhutla) sampai persoalan kesenjangan sosial.

banner 468x60

“Kalau yang sekarang kita sangat prihatin dengan kondisi karhutla dan sebagainya. Kemudian juga tuntutan-tuntutan kita tuh yang sekarang sangat fokus pada concern yang sangat-sangat grassroot,” tutur Fathimah.

Menurut pandangannya, monumen Tugu Tani memuat makna simbolik yang selaras guna menyuarakan penderitaan riil yang dialami khalayak luas. Nilai inilah yang dijadikan dasar utama para aktivis kampus dalam menentukan gelanggang demonstrasi.

“Di mana kita merasa bahwa Tugu Tani ini punya simbol yang paling sempurna untuk ini, karena yang kita tuntut hal-hal yang betul-betul dirasakan oleh rakyat sebenarnya secara langsung,” beber Fathimah.

Fathimah turut menguraikan bahwa penentuan titik unjuk rasa ini memiliki perbedaan mendasar dengan pergerakan mahasiswa tempo hari di seputaran Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Ia menganggap demonstrasi di Bundaran HI terdahulu menyuarakan rentetan perkara berskala makro serta meluas. Di sisi lain, pergerakan di Tugu Tani sekarang menyasar pada problem yang jauh lebih terfokus.

“Kalau waktu di HI mungkin itu ada beberapa hal-hal makro yang pada akhirnya mungkin akan dirasakan masyarakat juga, tapi sifatnya cukup makro dan topiknya cukup broad. Kalau ini topiknya cukup spesifik-spesifik,” urainya secara gamblang.

Poin Tuntutan Massa Aksi

Pada unjuk rasa tersebut, aliansi BEM UI bersama barisan mahasiswa serta komunitas masyarakat sipil melayangkan lima desakan utama.

Poin awal, menuntut otoritas penguasa segera menetapkan peristiwa karhutla menjadi status bencana darurat nasional serentak melakukan rehabilitasi terhadap seluruh alam lingkungan hidup yang hancur.

Poin berikutnya, merestrukturisasi manajemen tata ekonomi guna melenyapkan jurang disparitas sosial. Poin ketiga, menyetop pembatasan ruang kebebasan sipil beserta praktik militerisasi.

Poin keempat, menyapu bersih budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Poin pemungkas, menekan beban ongkos perkuliahan dan menghadirkan tatanan pendidikan yang benar-benar berpihak seutuhnya demi kemaslahatan masyarakat umum.

Dapatkan laporan informasi teranyar sekaligus kredibel hanya melalui Berita Liputan6.

Aksi Massa Tugu Tani, Delegasi BEM UI Suarakan Lima Sikap Penting.

Gelombang Ratusan Ribu Jiwa Unjuk Rasa di Kawasan Eropa, Krisis Keuangan Melanda Benua Biru?

Eskalasi Keributan di Italia Mengganas, Deretan Gerai Barang Branded Milan Terpaksa Ditutup.

Gelombang Ratusan Ribu Jiwa Unjuk Rasa di Kawasan Eropa, Krisis Keuangan Melanda Benua Biru?

Eskalasi Keributan di Italia Mengganas, Deretan Gerai Barang Branded Milan Terpaksa Ditutup

Pramono Minta Aksi Unjuk Rasa pada Enam Titik Ibukota Berjalan Kondusif

Rangkuman 33 Titik Demonstrasi Mahasiswa di Wilayah Makassar Terkini

Waspada Aksi Massa, Calon Penumpang Kereta Diimbau Datang Lebih Cepat Menuju Stasiun Gambir

Demo Besar di Ibukota, Aparat Bogor Serta Depok Bersiap Lakukan Penyekatan Jalur

Konsentrasi Massa di Jakarta, Hindari Jalur Berikut Supaya Bebas Kemacetan Total

Sebanyak 9.505 Pasukan Aparat Gabungan Bersiaga Mengawal Demonstrasi Jakarta

Daftar 6 Lokasi Konsentrasi Demo Terbesar Jakarta Hari Ini

banner 336x280