Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa basis data penerima bantuan sosial saat ini berada dalam kondisi yang semakin valid berkat integrasi serta modernisasi digital, kendati pembenahan secara berkesinambungan masih terus berjalan.
SEMARANG – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan fakta bahwa tingkat ketepatan data para penerima bantuan sosial (bansos) telah memperlihatkan kemajuan yang sangat berarti. Walaupun belum seutuhnya sempurna tanpa celah, ia memastikan bahwa data terkini jauh lebih tepat bila dikomparasikan dengan kondisi satu hingga dua tahun silam.
“Apakah sekarang sudah akurat? Belum, masih butuh proses. Masih perlu waktu. Tetapi, dibanding dengan 2 tahun yang lalu, dengan 1 tahun yang lalu, data kita sekarang lebih aman,” tutur Gus Ipul, panggilan akrab sang menteri, saat menghadiri agenda Dialog Penguatan dan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang pada Sabtu malam.
Gus Ipul memberikan penekanan bahwa keakuratan informasi data merupakan fondasi terpenting dalam distribusi bantuan sosial. Menurut pandangannya, apabila data yang dihimpun benar-benar valid, dana bantuan dipastikan mengalir tepat sasaran kepada individu maupun keluarga yang sah berhak menerimanya. Sebaliknya, kesalahan pencatatan data berpotensi membuat bansos salah sasaran.
Penyatuan Basis Data dan Transformasi Digital
Guna menciptakan basis data yang jauh lebih presisi, Kementerian Sosial (Kemensos) terhitung mulai tahun 2025 secara aktif menggalakkan konsolidasi data melalui aneka mekanisme saluran. Langkah pembaruan mutakhir yang diangkat menjadi program prioritas adalah digitalisasi skema bansos. Inisiatif transformatif ini diproyeksikan mampu mendata ulang sekaligus meregistrasi seluruh keluarga penerima manfaat di seantero wilayah Indonesia.
Bukan sekadar memperbarui profil para penerima manfaat sebelumnya, Kemensos turut menghadirkan akses registrasi anyar untuk masyarakat luas yang memerlukan jaminan perlindungan sosial. Pada tahapan ini, penilaian kelayakan pemohon tidak lagi memakai pertimbangan manual aparatur, melainkan sepenuhnya dianalisis lewat sistem yang saling terintegrasi secara otomatis.
“Yang menjawab nanti adalah sistem, di mana sistem ini sudah terhubung dengan data-data yang dimiliki oleh pemerintah. Misalnya data kepemilikan tanah, data kepemilikan kendaraan bermotor,” papar Gus Ipul menjelaskan alur verifikasi.
Perangkat sistem terpadu tersebut juga sudah tersambung langsung dengan data pelanggan aliran listrik milik PLN serta basis data kependudukan Dukcapil. Melalui langkah integrasi ini, seluruh pangkalan data kementerian dan lembaga negara akan saling bertukar rujukan untuk memeriksa berkas usulan warga. “Nanti sistem yang akan menjawab, apakah seseorang memenuhi syarat dan dinyatakan layak untuk menerima bansos atau tidak,” imbuhnya.
Pemberdayaan Agen Perlinsos Demi Membantu Masyarakat
Memahami kenyataan di lapangan bahwa tidak semua penduduk mempunyai kemampuan mengakses teknologi digital, Kemensos menerapkan dua kanal pendaftaran. Jalur awal ditempuh melewati aparatur lingkungan setempat seperti pengurus RT dan RW, sedangkan rute kedua mengandalkan peran aktif warga dengan mengerahkan relawan pendamping yang disebut agen perlindungan sosial (perlinsos).
Uji coba operasional skema tersebut sebelumnya telah dilangsungkan di Kabupaten Banyuwangi. Catatan evaluasi membuktikan sekitar 60 persen warga setempat sukses menuntaskan pendaftaran ulang serta mengajukan permohonan bansos. Dari total capaian tersebut, sebanyak 10 persen warga mendaftar sendiri secara mandiri, sementara 90 persen lainnya memperoleh pendampingan langsung dari agen bansos.
“Karena tidak semua masyarakat memiliki smartphone. Atau yang kedua, dia memiliki smartphone mungkin enggak ngerti caranya. Atau yang ketiga, dia punya smartphone dan ngerti caranya tetapi tidak percaya diri untuk mendaftar,” ungkap Gus Ipul menguraikan hambatan riil masyarakat.
Karena faktor tersebut, peranan relawan agen perlinsos yang sukarela mendampingi tetangga di sekitarnya dalam memasukkan data menuju sistem daring dinilai teramat penting. Usai fase uji coba di Banyuwangi, implementasi program kini diperluas ke berbagai wilayah kabupaten dan kota lain, termasuk wilayah Kota Semarang. Dewasa ini, portal resmi perlinsos.kemensos.go.id telah resmi dibuka serta dapat digunakan oleh seluruh masyarakat secara nasional.


